Foto: Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok Setpres RI.
Jakarta,REDAKSI17.COM – Pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga akhir 2026. Keputusan ini diambil di tengah lonjakan harga minyak dunia imbas perang di Timur Tengah.
Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, setiap keputusan yang diambil merupakan hasil koordinasi di bawah instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Purbaya, Prabowo sangat detail mempertimbangkan dampak ekonomi bagi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Pemerintah juga rutin melakukan simulasi berbagai skenario harga minyak mentah untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran.
“Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden tanya gimana dampaknya? Oke Pak, saya hitung dulu. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga 80 gimana? Harga 90 begini, harga 100 begini, ya udah. Yang lain mungkin nggak perlu tahu detail. Tapi itu tergantung dari bapak Presiden,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026).
Purbaya meluruskan persepsi publik mengenai pengambilan keputusan di tingkat kementerian dan lembaga. Ia menekankan langkah-langkah yang diambil bukanlah inisiatif personal atau sektoral semata, melainkan mandat dari Presiden.
“Saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden. Saya sering lupa bilang itu. Waktu pertama saya kan sering bilang apa yang saya kerjakan itu sudah mendapat persetujuan Presiden. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja,” jelas Purbaya.
“Tapi kadang-kadang kita nggak ngomong itu. Jadi kebijakan kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan, kita menjalankan saja. Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi,” sambung Purbaya.
Di sisi lain, meski kondisi global tidak menentu, Purbaya meminta masyarakat untuk tidak panik. Purbaya memastikan kondisi fiskal dan pendapatan negara masih dalam posisi yang kuat untuk menopang kebijakan subsidi maupun penahanan harga BBM.
Salah satu bantalannya adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun.
“Itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan berlapis saja. Jadi teman-teman nggak usah takut. Karena saya memastikan uangnya ada. Sebagian orang berpikir mungkin saya santai penampilannya ketawa-ketawa, tapi sebenarnya dihitung. Simulasi saja berapa harga. Belum kita hitung, sumber-sumber lain pendapatan, peningkatan pendapatan dari kebijakan Pak Menteri ESDM, Pak Bahlil,” tutup Purbaya.





