Home / Politik / The Dream Team Mega

The Dream Team Mega

Jakarta,REDAKSI17.COM – Saat terpilih menjadi Wakil Presiden RI di 21 Oktober 1999, Megawati pernah mengalami culture shock di pemerintahan. Sebabnya, sejak masuk politik di tahun 1986, ia berada di luar pemerintahan. Oposisi bersama PDI.

Hari demi hari ia lalui menjadi Wapres dengan kondisi administrasi kantor carut marut. Keuangan kantor Wapres juga minus.

Pada satu bulan menjabat, Mega tiba-tiba mengingat pesan ayahnya, Bung Karno untuk selalu memilih orang-orang terbaik dibidangnya. Ia membaca kembali konsep Zaken Kabinet yang pernah diimplementasikan Bung Karno.

Mega mengambil pilihan untuk “menjauhkan” orang partai dari lingkarannya saat menjabat Wapres.

Tak lama kemudian Mega menemui Moerdiono, Mensesneg di Era Soeharto selama 10 tahun dari tahun 1988-1998.

Mega meminta rekomendasi nama untuk dijadikan sebagai sekretaris Wakil Presiden RI, dari pertemuan itu muncullah nama : Bambang Kesowo.

Moediono lalu menelepon Bambang Kesowo yang saat itu berada di AS.

Singkatnya pada suatu pagi di Bulan Desember 1999, Moerdino & Bambang Kesowo menemui Mega. Dua bulan setelah Mega menjadi Wapres.

Tak ada pertanyaan yang spesifik kecuali ajakan bergabung. Mega yakin orang yang direkomendasikan seorang berpengalaman seperti Moediono

Mega kasih waktu tiga hari untuk memikirkannya. Dan setelahnya Bambang Kesowo menerima pekerjaan itu.

Bambang Kesowo bekerja dengan baik. Adminisrasi lebih rapi & tertib. Mega puas kinerja dengan dari Bambang Kesowo.

Di tahun 2001, ketika Mega menjabat Presiden RI, Bambang Kesowo diangkat menjadi Mensesneg.

Jabatan Mensesneg tentu lebih tinggi dari Sekretaris Wapres. Upaya menggoyang posisi Bambang Kesowo pun hadir.

Ada orang partai yang coba protes, yang mengatakan Bambang Kesowo itu masih orang Soeharto atau Orde Baru.

Mega diam. Ia mulai memahami sifat-sifat orang partai saat itu. Sehingga kehadiran Bambang Kesowo bukan hanya sebagai Mensesneg tapi sekaligus menjadi barrier atau penghalang agar Istana lebih steril dari orang-orang partai.

Perkenalan dengan Bambang Kesowo pula menjadi pembelajaran bagi Mega dalam menyusun Kabinet Gotong-Royong. Kabinet yang dijuluki “The Dream Team” karena yang bekerja bersama Mega adalah orang-orang terbaik dibidangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *