|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi lahan pekarangan. Dalam kunjungan kerja di Kelurahan Banyusoco, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih secara simbolis melakukan penanaman bibit kelapa genjah serta meninjau langsung potensi industri pengolahan nira dan gula kelapa yang menjadi ciri khas wilayah tersebut, Rabu, (28/1/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan budidaya tanaman kelapa yang diharapkan mampu membawa keberkahan bagi ekonomi masyarakat.
“Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah melalui Dinas Pertanian telah menyalurkan bantuan berupa 1320 bibit kelapa serta 3,9 ton pupuk untuk empat kelompok tani di kelurahan tersebut.” papar Bupati.
Bupati menekankan bahwa pemilihan kelapa genjah bertujuan agar masyarakat dapat segera merasakan hasilnya, baik untuk konsumsi keluarga maupun mendukung ekosistem lingkungan. Selain penanaman, Bupati juga menyempatkan diri melihat inovasi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mengolah hasil budidaya kelapa.
Lurah Banyusoco, Daman Huri menyambut baik program ini dan menyatakan bahwa budidaya kelapa adalah warisan leluhur yang harus dilestarikan.
“Saat ini, terdapat empat kelompok tani yang menerima bantuan untuk pengembangan lahan seluas 12 hektare, dengan target total delapan kelompok tani di seluruh Banyusoca yang akan dikembangkan ke depannya.” ujar Lurah.
Lurah Banyusoco juga menambahkan, Program ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
Selain fokus pada pertanian, Bupati memberikan perhatian serius pada kondisi infrastruktur di Banyusoco. Dalam perjalanannya, Bupati mendapati sejumlah ruas jalan menuju wilayah tersebut mengalami kerusakan. Menganggapi hal tersebut, Bupati langsung menginstruksikan jajaran terkait, termasuk Kepala Dinas Pertanian dan dinas teknis lainnya, untuk segera melakukan penanganan darurat menggunakan aspal dingin pada titik-titik yang krusial.
“Jalan yang rusak harus segera ditambal, terutama akses yang digunakan warga untuk menuju masjid, sekolah, kantor kelurahan, dan akses pertanian,” tegas Bupati. Menurutnya, infrastruktur yang baik merupakan daya dukung utama agar usaha masyarakat dapat berjalan lancar dan ekonomi pedesaan dapat tumbuh lebih cepat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimca, Ketua TP PKK, tokoh agama, serta perwakilan kelompok tani setempat yang berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan program budidaya kelapa ini demi kesejahteraan bersama.


