Home / Politik / Titiek Soeharto: Banjir Bandang Rusak Ribuan Hektare, Produksi Pangan Tertekan

Titiek Soeharto: Banjir Bandang Rusak Ribuan Hektare, Produksi Pangan Tertekan

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi

Jakarta,REDAKSI17.COM – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, mengingatkan bahwa banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera telah menimbulkan kerusakan besar, khususnya di sektor pertanian dan perikanan. Dampaknya dinilai sangat serius karena lahan-lahan produktif terendam dan produksi pangan mengalami penurunan signifikan. Perempuan yang akrab disapa Titiek Soeharto itu menyebut skala kerusakan mencapai ribuan hektare lahan.

“Akibatnya, produksi pangan terganggu dan mengalami penurunan secara signifikan,” ujar Titiek di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Oleh karena itu, Titiek menegaskan Komisi IV DPR RI ingin memastikan pemerintah memiliki rencana pemulihan yang jelas, terukur, dan berkelanjutan bagi sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, mulai dari penanganan darurat hingga pemulihan jangka panjang.

Ia menekankan pentingnya strategi rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan produktivitas usaha pertanian dan perikanan, memperbaiki infrastruktur yang rusak, serta menjaga keberlanjutan sumber daya hutan.

“Bukan hanya ladang dan kolam budidaya yang terdampak, kawasan hutan dan daerah aliran sungai juga mengalami kerusakan akibat tekanan ekologis pascabanjir,” ungkap Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berpotensi mengancam ketahanan pangan nasional, keberlanjutan mata pencaharian pelaku usaha pertanian dan perikanan, serta keseimbangan ekosistem lingkungan hidup.

Tak kalah penting, Titiek menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta dukungan anggaran, kebijakan teknis, dan pendampingan di lapangan agar program pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Koordinasi yang kuat diperlukan, termasuk langkah mitigasi dan adaptasi kedepan, guna menekan resiko terulangnya bencana serupa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *