Home / Politik / Titiek Soeharto dan Kemenhut Bersinergi di Gunungkidul: Dorong Rehabilitasi Hutan untuk Ketahanan Lingkungan dan Ekonomi Warga

Titiek Soeharto dan Kemenhut Bersinergi di Gunungkidul: Dorong Rehabilitasi Hutan untuk Ketahanan Lingkungan dan Ekonomi Warga

 

 

Gunungkidul,REDAKSI17.COM– Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Soeharto atau Titiek Soeharto bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran dan Rehabilitasi Hutan (Dirjen PDASRH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dyah Murtiningsih menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Balai Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Selasa (3/3/2026). Kehadiran kedua tokoh nasional ini disambut dan didampingi Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, menandai komitmen bersama dalam melestarikan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Joko Parwoto menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas kehadiran Titiek Soeharto di tengah masyarakat Gunungkidul. Menurutnya, kehadiran anggota DPR RI itu merupakan wujud nyata perhatian dan komitmen terhadap aspirasi rakyat di daerah. “Momen ini menjadi ruang dialog, menyerap masukan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Joko.

 

Joko Parwoto juga mengenal Titiek Soeharto sebagai figur yang konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat, memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa, pemberdayaan ekonomi rakyat, serta penguatan sektor strategis yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Ia menyoroti potensi besar Gunungkidul di bidang pertanian, kelautan, pariwisata, dan sumber daya manusia. Namun, tantangan seperti rehabilitasi lahan, penguatan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masih memerlukan dukungan kebijakan dan program dari tingkat nasional. “Kami berharap, momentum ini mampu mempererat kolaborasi, agar setiap aspirasi masyarakat dapat terkonversi menjadi kebijakan dan program yang nyata,” tambahnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Dirjen PDASRH Dyah Murtiningsih dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan terima kasih kepada Titiek Soeharto atas inisiasi dan dukungannya dalam pelaksanaan Bimtek RHL ini. Dyah menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif sebagai kunci keberhasilan program pemerintah.

 

 

Dyah menjelaskan bahwa Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo, sebagai unit pelaksana teknis kementerian, berperan vital dalam program RHL. Wilayah kerjanya meliputi DIY dan delapan kabupaten di Jawa Tengah. “Beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) telah mengalami degradasi sehingga harus dipulihkan daya dukungnya melalui kegiatan RHL dengan melibatkan masyarakat,” kata Dyah. Ia menambahkan, program RHL adalah agenda strategis nasional untuk meningkatkan daya dukung, produktivitas hutan, dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu.

 

Sebagai implementasi Program RHL tahun 2026, BPDAS Serayu Opak Progo menjalankan berbagai kegiatan terintegrasi. Ini meliputi fasilitasi 45 unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) di DIY dan Jawa Tengah, penyediaan 600.000 bibit berkualitas melalui Persemaian Pemanen Bunder Gunungkidul dan 92.000 bibit produktif lainnya, serta penerapan pola agroforestri di Hutan Kemasyarakatan Gunungkidul seluas 60 hektar. Selain itu, juga dilakukan pembuatan bangunan konservasi tanah dan air seperti dam penahan dan gully plug untuk mengurangi sedimentasi.

 

Sementara itu, Titiek Soeharto dalam arahannya menggarisbawahi pentingnya rehabilitasi hutan dan lahan di Gunungkidul sebagai investasi masa depan. “Pelestarian lingkungan harus menjadi investasi untuk menjaga cadangan air dan mencegah bencana alam,” tegas Titiek.

 

Ia menambahkan, program RHL yang melibatkan pembagian ribuan bibit pohon produktif seperti durian, nangka, dan alpukat ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga tanpa merusak ekosistem.

 

Selain edukasi teknis, acara ini juga menjadi sarana penyaluran bantuan sosial dan apresiasi bagi para penyuluh kehutanan setempat. Titiek Soeharto berharap, melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, warisan alam yang hijau dapat tercipta bagi generasi mendatang. “Mari kita perkuat komitmen dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan anak cucu kita. Mari kita tumbuhkan kembali semangat menanam dan memelihara pohon,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *