Pijat pada bagian tubuh tertentu, dapat membantu untuk meredakan gejala masuk angin.
Masuk angin adalah istilah yang umum digunakan di Indonesia untuk menggambarkan kondisi tidak enak badan. Kondisi ini umumnya dikaitkan dengan gejala seperti perut kembung, meriang, mual, nyeri otot, dan badan terasa lemas.
Secara medis, “masuk angin” bukanlah diagnosis penyakit spesifik, melainkan kumpulan gejala yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga daya tahan tubuh tetap prima adalah kunci untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk kondisi yang sering disebut sebagai masuk angin.
Gejala Masuk Angin yang Umum Dirasakan
Masuk angin bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Contohnya paparan udara dingin, kelelahan, perubahan cuaca, infeksi virus, hingga gangguan pencernaan.
Berikut adalah beberapa gejala yang sering dikeluhkan saat seseorang merasa masuk angin:
- Perut kembung dan begah.
- Mual, kadang disertai muntah.
- Meriang atau demam ringan.
- Nyeri otot dan pegal-pegal.
- Sakit kepala.
- Badan terasa lemas dan tidak berenergi.
- Pilek atau hidung tersumbat.
Titik Pijat Masuk Angin yang Efektif Meredakan Gejala
Pijat dapat menjadi salah satu cara untuk meredakan gejala masuk angin. Pijatan pada titik-titik tertentu dapat membantu melancarkan peredaran darah, merelaksasi otot yang tegang, dan mengurangi rasa tidak nyaman.
Berikut adalah beberapa titik pijat yang sering direkomendasikan:
1. Zusanli (ST36)
Titik Zusanli terletak sekitar 3 inci (sekitar 4 jari) di bawah tempurung lutut, tepat di tepi luar tulang kering (tibia).
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, titik ini dianggap sebagai titik penting untuk meningkatkan energi dan memperkuat sistem pencernaan.
Manfaat: Pijatan pada titik Zusanli dapat membantu meredakan perut kembung, meningkatkan nafsu makan, dan memperkuat sistem imun.
Cara memijat:
- Temukan titik Zusanli dengan meraba area sekitar 3 inci di bawah tempurung lutut.
- Berikan tekanan lembut namun mantap pada titik tersebut dengan ibu jari atau jari telunjuk.
- Pijat dengan gerakan memutar selama 2-3 menit.
- Ulangi pada kaki yang lain.
Mau tahu apa saja pilihan obat masuk angin? Baca di sini: Ini Obat Masuk Angin yang Efektif dan Mudah Didapatkan
2. Sanyinjiao (SP6)
Titik Sanyinjiao terletak sekitar 3 inci (sekitar 4 jari) di atas mata kaki bagian dalam, tepat di belakang tulang kering (tibia). Titik ini dianggap penting dalam pengobatan tradisional Tiongkok karena merupakan pertemuan dari tiga meridian penting: limpa, hati, dan ginjal.
Manfaat: Pijatan pada titik Sanyinjiao diyakini dapat meredakan mual, meningkatkan sirkulasi darah, dan menyeimbangkan hormon.
Cara memijat:
- Temukan titik Sanyinjiao dengan meraba area sekitar 3 inci di atas mata kaki bagian dalam.
- Berikan tekanan lembut namun mantap pada titik tersebut dengan ibu jari atau jari telunjuk.
- Pijat dengan gerakan memutar selama 2-3 menit.
- Ulangi pada kaki yang lain.
3. Qihai (CV6)
Titik Qihai terletak di garis tengah tubuh, sekitar 1,5 inci (sekitar 2 jari) di bawah pusar. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, titik ini dianggap sebagai pusat energi vital tubuh (Qi).
Manfaat: Pijatan pada titik Qihai dapat membantu meredakan perut kembung, meningkatkan energi secara keseluruhan, dan memperkuat sistem pencernaan.
Cara memijat:
- Temukan titik Qihai dengan meraba area sekitar 1,5 inci di bawah pusar.
- Berikan tekanan lembut namun mantap pada titik tersebut dengan jari tengah atau telapak tangan.
- Pijat dengan gerakan memutar searah jarum jam selama 2-3 menit.
4. Titik refleksi di telapak kaki dan tangan
Selain titik-titik yang disebutkan di atas, terdapat juga titik-titik refleksi di telapak kaki dan tangan yang diyakini dapat membantu meredakan gejala masuk angin. Beberapa titik refleksi yang relevan antara lain:
- Titik refleksi lambung: Terletak di telapak kaki, di bawah bantalan jari kaki kedua dan ketiga. Ini bisa jadi salah satu titik pijat kaki untuk sakit perut.
- Titik refleksi usus: Terletak di telapak kaki, di bagian tengah antara tumit dan bantalan jari kaki.
- Titik refleksi hati: Terletak di telapak tangan, di antara pangkal ibu jari dan telunjuk.
Pijatan pada titik-titik refleksi ini dapat dilakukan dengan menggunakan ibu jari atau alat pijat refleksi. Berikan tekanan lembut namun mantap pada titik tersebut dengan gerakan memutar selama 1-2 menit.
5. Teknik pijat perut untuk meredakan kembung
Selain memijat titik-titik tertentu, Anda juga dapat melakukan pijat perut ringan untuk membantu meredakan perut kembung. Berikut adalah tekniknya:
- Berbaring telentang dengan lutut ditekuk.
- Letakkan kedua tangan di atas perut.
- Pijat perut dengan gerakan memutar searah jarum jam, dimulai dari pusar dan meluas ke seluruh area perut.
- Lakukan pijatan dengan lembut dan perlahan selama 5-10 menit.
Mau tahu cara lain untuk mengatasi masuk angin? Baca di sini: Waspada Pancaroba, Ini 6 Tips Atasi Masuk Angin.
Titik Pijat Kaki untuk Sakit Perut
Selain titik pijat umum untuk masuk angin, ada beberapa titik spesifik di kaki yang dapat membantu meredakan sakit perut.
Berikut adalah beberapa titik pijat kaki yang efektif untuk mengatasi sakit perut:
- Titik Gong Sun (SP4): Titik ini terletak di lengkung kaki, sekitar 3 cm di atas tumit. Memijat titik ini dapat membantu mengurangi gejala sakit maag, asam lambung, nyeri dada, sakit perut, dan gangguan pencernaan lainnya.
- Titik Tai Chong (LV3): Titik ini berada di antara ibu jari dan jari kedua kaki. Pijatan pada titik ini dapat membantu menyembuhkan berbagai masalah kesehatan, seperti mual, muntah, dan gejala asam lambung.
- Titik Neiguan (P6): Titik ini terletak sekitar 6 cm di bawah garis pergelangan tangan. Meskipun tidak berada di kaki, memijat titik ini bisa membantu meredakan mual, sakit kepala, dan peradangan organ dalam yang seringkali berhubungan dengan sakit perut.
Apa yang Dipijat Saat Mencret (Diare)?
Ketika mengalami diare (mencret), pijatan ringan dapat menjadi terapi pendukung untuk membantu meredakan gejala seperti kram perut dan rasa tidak nyaman.
Penting untuk diingat bahwa pijat bukanlah pengganti pengobatan utama diare, seperti rehidrasi dan obat-obatan dari dokter jika diperlukan.
Berikut adalah beberapa teknik pijat yang dapat dicoba saat diare:
Pijat perut (abdominal massage)
Pijat perut adalah teknik yang paling umum digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, termasuk diare.
Cara melakukannya:
- Pijat area perut bagian atas hingga bawah secara perlahan menggunakan jari atau telapak tangan dengan tekanan lembut.
- Gerakkan tangan secara melingkar searah jarum jam, mengikuti arah usus besar.
- Teknik “I-L-U”: Bayangkan dan ikuti pola huruf “I”, “L”, dan “U” pada perut dengan gerakan memijat. Ini membantu mengikuti jalur usus besar dan merangsang pergerakannya.
Tujuan dari pijat perut adalah untuk membantu relaksasi otot-otot perut dan merangsang pergerakan usus yang mungkin terganggu saat diare.
Titik akupresur untuk diare
Akupresur adalah teknik pijat yang berfokus pada titik-titik tertentu di tubuh yang dipercaya dapat membantu mengurangi gejala penyakit.
Untuk diare, beberapa titik akupresur yang dapat dicoba adalah:
- Titik di sekitar pusar/perut: Cari titik di sisi kiri dan kanan pusar. Berikan tekanan lembut dengan gerakan memutar selama beberapa menit.
- Titik ST36 (Zusanli) di betis bawah lutut: Titik ini dipercaya dapat membantu meningkatkan fungsi sistem pencernaan secara umum. Temukan titik ini dengan mengukur sekitar empat jari di bawah tempurung lutut, sedikit ke arah luar tulang kering. Berikan tekanan ringan hingga sedang selama beberapa menit sambil bernapas dengan tenang.
Area Lain yang Direkomendasikan Saat Diare
Beberapa panduan pengobatan tradisional juga merekomendasikan pemijatan di area tungkai bawah (sekitar lutut ke bawah) sebagai upaya untuk meredakan diare, terutama dalam pendekatan refleksiologi.
Hal Penting yang Perlu Diketahui Tentang Pijat untuk Diare
Ada beberapa hal penting yang perlu kamu tahu berikut ini:
- Pijat untuk diare hanya berfungsi sebagai metode pendukung untuk memberikan rasa nyaman, bukan sebagai pengganti pengobatan medis yang utama.
- Jangan memijat terlalu keras, terutama jika perut terasa sangat nyeri, kembung berat, atau jika kamu memiliki kondisi medis lain.
- Segera konsultasikan dengan dokter jika gejala diare berat, seperti sering muntah, dehidrasi, terdapat darah pada tinja, atau demam tinggi.
Jika kamu tertarik, saya dapat menjelaskan langkah-langkah pijat perut yang aman dan bagaimana melakukannya sendiri di rumah!
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Meskipun pijat dapat membantu meredakan gejala masuk angin, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika gejala tidak membaik setelah beberapa hari atau jika disertai dengan gejala lain yang lebih serius, seperti:
- Demam tinggi (di atas 38 derajat Celsius).
- Nyeri perut yang hebat.
- Muntah terus-menerus.
- Diare.
- Sesak napas.
- Nyeri dada.
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi indikasi adanya penyakit yang lebih serius yang memerlukan penanganan medis segera.
Pencegahan Masuk Angin
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Nah, berikut adalah beberapa tips untuk mencegah masuk angin:
- Istirahat yang cukup (7-8 jam setiap malam).
- Makan makanan yang bergizi seimbang.
- Olahraga secara teratur.
- Minum air putih yang cukup (minimal 8 gelas sehari).
- Hindari stres.
- Cuci tangan secara teratur.
- Hindari paparan suhu ekstrem (terlalu panas atau terlalu dingin).
- Gunakan pakaian yang sesuai dengan cuaca.
Menurut WHO, menjaga pola hidup sehat adalah kunci utama untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah berbagai penyakit infeksi.
Kesimpulan
Pijat pada titik-titik tertentu dapat menjadi solusi alami untuk meredakan gejala masuk angin seperti perut kembung, mual, dan nyeri otot. Titik Zusanli, Sanyinjiao, dan Qihai adalah beberapa titik yang sering direkomendasikan. Selain itu, pijat refleksi pada telapak kaki dan tangan serta pijat perut ringan juga dapat membantu meredakan gejala.
Namun, penting untuk diingat bahwa pijat bukanlah pengganti pengobatan medis. Jika gejala tidak membaik atau disertai dengan gejala lain yang lebih serius, segera konsultasikan dengan dokter.
Selain itu, menjaga pola hidup sehat dengan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan olahraga teratur adalah kunci untuk mencegah masuk angin dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.





