Umbulharjo,REDAKSI17.COM — Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, secara resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 Kodim 0734/Kota Yogyakarta pada Selasa (10/2) di Lapangan Balai Kota.

Dalam sambutannya, Wawan menegaskan TMMD merupakan momentum strategis yang mengintegrasikan pembangunan kota dengan nilai kemanusiaan dan gotong royong lintas sektor melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan warga masyarakat.

“Keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari tuntasnya pembangunan fisik, tapi dari tumbuhnya rasa memiliki, solidaritas sosial, dan ketahanan komunitas,” ujar Wawan.

Pembukaan TMMD Tahap 1 Tahun 2026.

Ia mengajak seluruh unsur, mulai dari TNI, pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat, menjadikan TMMD sebagai laboratorium gotong royong modern yang partisipatif dan berkelanjutan.

“Kemantren Pakualaman ditetapkan sebagai lokasi sasaran program. Pembangunan difokuskan pada kegiatan fisik dan nonfisik yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Dengan pemasangan paving blok jalan, rehabilitasi balai rukun kampung, perbaikan 10 unit RTLH,” ujarnya.

Tak hanya infrastruktur, lanjut Wawan, TMMD juga memuat sasaran nonfisik berupa penyuluhan rekrutmen TNI-AD, edukasi kesehatan masyarakat dan penanganan stunting, pencegahan penyakit masyarakat, penguatan keamanan dan ketertiban, serta peningkatan kapasitas perencanaan dan kebijakan anggaran di tingkat lokal.

Upacara Pembukaan TMMD Tahap 1 Tahun 2026.

Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 didukung anggaran dari sumber APBD Provinsi DIY Rp75 juta, APBD Kota Yogyakarta Rp399.982.000, serta Baznas Kota Yogyakarta Rp50 juta. Total anggaran sejumlah Rp524.982.000.

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Pakualaman, Saptohadi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD di wilayahnya. Ia menilai pembangunan fisik seperti jalan dan balai kampung akan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kemudian ada juga perbaikan RTLH yang tentu ini berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan warga melalui lingkungan hunian yang lebih layak,” terangnya.

TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 diharapkan menjadi tonggak penguatan pembangunan berbasis kolaborasi di Kota Yogyakarta. Membangun infrastruktur sekaligus membangun kepercayaan sosial dan masa depan masyarakat yang lebih adil.