Home / Politik / TNI Gugur di Lebanon, Presiden PKS: Darah Prajurit Kita Kehormatan Bangsa

TNI Gugur di Lebanon, Presiden PKS: Darah Prajurit Kita Kehormatan Bangsa

    

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, mengecam keras serangan militer Israel yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit terbaik TNI saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

 

Ia menegaskan bahwa darah prajurit TNI yang tertumpah dalam insiden tersebut menciderai kehormatan bangsa Indonesia.

 

Almuzzammil menyoroti perlunya tindakan nyata dari seluruh negara di dunia untuk menghentikan kesewenang-wenangan Israel yang dinilai berulang kali melanggar hukum internasional.

 

Menurutnya, persatuan masyarakat dunia menjadi kunci untuk menegakkan keadilan dan menjaga perdamaian global.

 

“Seluruh negara dunia perlu bersikap atas peristiwa ini untuk memastikan adanya tekanan internasional terhadap Israel yang telah sekian kalinya melanggar aturan internasional. Persatuan warga dunia untuk keadilan dan perdamaian adalah mutlak dalam menghadapi kebiadaban, kezaliman, dan kesewenang-wenangan Israel,” tegas Almuzzammil dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

 

Ia juga mengingatkan bahwa jika dunia internasional terus bersikap diam, ancaman serupa tidak mustahil akan menimpa pasukan perdamaian dari negara-negara lain yang sedang bertugas di bawah mandat PBB.

 

Terkait posisi Indonesia, Almuzzammil mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah strategis guna menjamin keselamatan seluruh personel TNI yang masih bertugas di wilayah konflik.

 

“Pemerintah perlu menjamin seluruh pasukan perdamaian kita di Lebanon Selatan agar terjaga keamanannya semaksimal mungkin. Inilah tugas negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia di mana pun mereka berada,” ujarnya.

 

Di sisi lain, Almuzzammil Yusuf mewakili keluarga besar PKS menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia menjaga perdamaian dan kemanusiaan.

 

Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Prajurit Kepala Farizal Ramadhan.

 

Ia mendoakan agar para prajurit yang gugur dalam tugas tersebut diterima sebagai syuhada di sisi Allah SWT.

 

Peristiwa penyerangan ini, lanjutnya, dinilai sebagai bagian dari rangkaian pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional yang dampaknya tidak hanya melukai keluarga korban, tetapi juga menyentuh rasa keadilan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *