Aceh,REDAKSI17.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan bersama Tentara Nasional Indonesia kembali mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (24/1/26).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kondisi lingkungan dan akses jalan yang tertutup material kayu akibat banjir dan derasnya arus sungai beberapa waktu lalu. Tumpukan kayu yang menutupi sejumlah titik, khususnya di Dusun Pante Reusip dan Dusun Pante Seupeng, dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menghambat akses jalan, material tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, merusak fasilitas umum, serta memperparah risiko banjir susulan apabila tidak segera ditangani.
Mobilisasi alat berat dilakukan sejak pagi hari dari titik penampungan menuju lokasi sasaran. Setibanya di Desa Geudumbak, personel TNI dari Koramil 29/Langkahan Kodim 0103/Aceh Utara bersama para operator langsung melaksanakan pekerjaan pengangkutan, penataan, dan pembersihan kayu yang menutupi badan jalan serta area pemukiman warga.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Yonzipur 5/ABW, serta dukungan dari anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Total puluhan unit alat berat dikerahkan, terdiri dari berbagai jenis beko biasa, beko capit, dan doser yang digunakan untuk mempercepat proses pembersihan material kayu di sepanjang akses jalan desa.
Koordinasi yang solid antara unsur TNI, pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat setempat membuat kegiatan pembersihan berjalan aman, tertib, dan efektif. Dari kegiatan ini, Warga Desa Geudumbak menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Kemhan, TNI, dan seluruh pihak terkait.
Melalui kegiatan mobilisasi dan pekerjaan alat berat ini, TNI kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai alat pertahanan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat dalam menghadapi dampak banjir ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia.





