Home / Daerah / Tongkat Estafet Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Resmi Diserahkan

Tongkat Estafet Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Resmi Diserahkan

Sleman,REDAKSI17.COM – Dr. dr. Romaniyanto, Sp.OT (K) Spine, MARS, resmi menjabat sebagai Direktur Utama RS Sardjito pada Jumat (13/02), menggantikan dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., MMR., QHIA yang sebelumnya mengemban jabatan tersebut. Peralihan tersebut diharapkan menjadi momentum dalam mendorong pengembangan sektor pelayanan masyarakat yang kian progresif di bidang kesehatan.

Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUP Dr. Sardjito sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono mengungkapkan, transformasi kepemimpinan menjadi momentum pembaruan energi institusi untuk mematangkan langkah dan memberikan pelayanan yang lebih baik. Regenerasi pengurus dirasa penting dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit DR. Sardjito.

“Kepemimpinan boleh saja berganti, namun misi institusi harus tetap tegak. Estafet tanggung jawab ini adalah bagian dari recharge energy. Sebuah upaya terus menerus untuk membawa institusi menuju kualitas yang lebih tinggi dan pelayanan yang semakin bermartabat,” jelas Sri Sultan.

Lebih lanjut, sebagai rumah sakit rujukan nasional dan pendidikan terkemuka, Sri Sultan mengapresiasi tindakan RS Sardjito yang telah mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap aspek pelayanan. Penyerahan estafet kepemimpinan diharapkan dapat berperan dalam menjamin keselamatan segenap civitas hospitalia, yang secara tidak langsung memberi pengaruh signifikan pada pelayanan terhadap masyarakat.

“Keselamatan pasien hanya akan berdiri kokoh apabila ditopang oleh kondasi yang sama kuatnya di dalam internal organisasi. Jika patient safety adalah janji institusi kepada masyarakat, maka physiological safety adalah janji kepemimpinan kepada para insan rumah sakit atau para pauler dari institusi,” tegas Sri Sultan.

Sri Sultan berharap, RS Dr. Sarjito dapat menjadi hospital of the future, institusi-institusi kesehatan yang menyatukan clinical excellence, transformasi digital, dan research progressive dalam pelayanan yang humanis bagi DIY. Pun, pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat menjadi sarana penguatan tekad pelayanan, dan pengukuhan integritas sebagai fondasi yang tidak boleh goyang.

“Sebab pada akhirnya, rumah sakit yang besar bukan hanya diukur dari kecanggihan alatnya, melainkan dari seberapa dalang yang memuliakan manusia, baik yang dirawat maupun yang dengan tulus merawat pasien,” tutup Sri Paduka.

Senada, Direktur Utama RS Dr. Sardjito masa bakti 2021-2026, dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., MMR., QHIA mengungkapkan, 5 tahun masa bakti dalam RS Dr. Sardjito memberikannya banyak pembelajaran tentang integritas, keteguhan, dan makna kolaborasi. “Tidak semua langkah sempurna, tidak semua kebijakan tanpa kekurangan. Untuk hal-hal yang mungkin belum terkenal selama saya menjalankan perjalanan ini dengan segala kebenaran hati, saya menyampaikan permohonan maaf,” tambahnya.

Eniarti berpesan, menghadapi tantangan yang kian kompleks di dunia kesehatan, Direktur Utama yang baru diharapkan dapat melangkah maju menjadi rumah sakit pendidikan yang unggul, humanis, dan berdaya saing.

“Rumah sakit Sardjito bukan sekedar tempat bekerja, ia adalah ladang pengabdian. Ia adalah rumah di mana ilmu bertemu empati, profesionalisme bertemu kemanusiaan, dan sistem bertemu nilai,” pungkasnya.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *