Home / Politik / Tribute to Koes Plus di Pacitan, Cara SBY Rawat Warisan Musik

Tribute to Koes Plus di Pacitan, Cara SBY Rawat Warisan Musik

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menggelar konser Tribute to Koes Plus di Museum & Galeri SBY ANI, Sabtu 7 Februari 2026. (Istimewa/Istimewa)

 

Pacitan,REDAKSI17.COM – Lagu-lagu legendaris Koes Plus kembali menggema di Pacitan. Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menggelar konser Tribute to Koes Plus di Museum & Galeri SBY ANI, Sabtu (7/2/2026) malam. Acara ini menjadi ruang temu antara musik, memori kolektif, dan lintas generasi pecinta lagu-lagu era 1960-an.

“Tribute to Koes Plus di Museum & Gallery SBY*ANI Pacitan, inisiasi SBY sebagai apresiasi untuk legenda musik Indonesia,” tulis akun X Demokrat Jatim.

Bagi SBY, Koes Plus memiliki makna emosional tersendiri. Saat remaja di Pacitan, ia aktif bermain musik dan kerap membawakan lagu-lagu Koes Plus bersama teman-temannya. Kedekatan personal itu kemudian diwujudkan dalam bentuk konser penghormatan yang terbuka untuk masyarakat umum.

Konser Tribute to Koes Plus menjadi simbol bagaimana musik dapat menjembatani kenangan masa muda dengan komitmen merawat warisan budaya.

Anak Personel Koes Plus Tampil 

Panggung tribute tersebut dimeriahkan oleh putra-putri para personel Koes Plus, yakni Rico Murry, Kenny Koeswoyo, Sari Koeswoyo, Garry Koeswoyo, dan Damon Koeswoyo. Mereka membawakan lagu-lagu legendaris yang telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia.

Sebelum konser berlangsung, SBY lebih dahulu bersilaturahmi dan memohon restu kepada Yok Koeswoyo, satu-satunya personel Koes Plus yang masih hidup. Seluruh lagu yang ditampilkan dalam konser ini juga telah melalui mekanisme pembayaran royalti resmi kepada para ahli waris, sebagai bentuk penghormatan terhadap hak cipta dan etika bermusik.

Konser yang dihadiri lebih dari 1.000 penonton tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Lagu-lagu lama tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menegaskan  musik pop Indonesia memiliki akar sejarah yang kuat dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui Tribute to Koes Plus, Pacitan kembali menjadi ruang kultural tempat musik berfungsi sebagai pengikat memori, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu harmoni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *