Presiden AS Donald Trump
Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal mengumumkan calon Ketua Bank Sentral, The Federal Reserve (The Fed) minggu depan. Calon pilihan Trump itu bakal menggantikan Jerome Powell di pucuk kepemimpinan The Fed.
Powell bakal mengundurkan diri jabatannya pada Mei 2026. Figurnya dikenal sering tidak sepaham dengan Trump.
“Kita akan mengumumkan kepala The Fed baru dan itu akan menjadi orang yang saya pikir akan melakukan pekerjaan dengan baik,” kata Trump dikutip dari Reuters, Jumat (30/1/2026).
Bank sentral di bawah Powell selama ini melakukan rezim suku bunga tinggi untuk menahan inflasi. Dia pernah memangkas suku bunga tiga kali pada 2025, dan kini mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50-3,75% Rabu kemarin.
Trump mengatakan suku bunga seharusnya dua hingga tiga poin persentase lebih rendah, tingkat yang secara historis konsisten dengan ekonomi yang macet atau goyah. Dalam beberapa bulan terakhir, Trump telah mencoba untuk memecat seorang petinggi The Fed dalam kasus yang sekarang sedang disidangkan di Mahkamah Agung.
Di sisi lain, Departemen Kehakiman (Department of Justice/DOJ) telah membuka penyelidikan kriminal terhadap Powell atas pernyataan yang dibuatnya tentang renovasi bangunan. Hal ini dinilai Powell sebagai dalih untuk menekannya terkait kebijakan moneter.
Kandidat Bos The Fed
Ada empat kandidat orang pilihan Trump yang bakal menggantikan Powell. Semuanya akan memiliki arah kebijakan yang satu suara dengan Trump, suku bunga harus lebih rendah.
Pertama ada nama Rick Rieder, Kepala Investasi Bisnis Tetap Global dari BlackRock. Dia baru-baru ini menjadi favorit utama untuk menjadi calon pilihan Trump. Rieder, yang belum pernah bekerja di pemerintahan atau di The Fed akan membawa wajah baru ke lembaga tersebut.
Mantan Gubernur Fed, Kevin Warsh juga dipandang sebagai kandidat untuk posisi tersebut. Warsh telah menyerukan perubahan rezim di bank sentral. Dia ingin neraca The Fed yang lebih kecil, sebuah tujuan yang tampaknya bertentangan dengan preferensi Trump untuk kebijakan moneter yang lebih longgar.
Trump hampir memilih Warsh pada 2018 untuk posisi puncak Fed, tetapi memilih Powell sebagai gantinya. Keputusan ini disesali Trump.
Kemudian ada juga sosok Gubernur The Fed, Christopher Waller. Dia adalah salah satu dari dua pembuat kebijakan yang berbeda pendapat minggu ini dalam keputusan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga.
Waller adalah pembuat kebijakan The Fed pertama yang mengemukakan alasan ekonomi untuk penurunan suku bunga, menurutnya tarif tidak akan menyebabkan inflasi dan ekonomi membutuhkan dukungan. Kedua argumen yang telah memenangkan hati banyak koleganya dan membantu mengamankan dukungan untuk pemotongan suku bunga tahun lalu.
Terakhir ada nama Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett. Dia adalah kandidat terdepan untuk posisi tersebut, tetapi sekarang dipandang sebagai pilihan yang tidak mungkin setelah Trump mengatakan dia lebih suka mempertahankannya di posisinya saat ini.





