|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Ribuan umat Hindu dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya memadati Pantai Ngobaran, Saptosari, Gunungkidul, Selasa, (3/3/2026) untuk melaksanakan upacara Melasti dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada tahun 2026. Ritual penyucian diri ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh agama, serta Pinandita yang datang dengan khidmat.
Ketua PHDI DIY, AKBP (Purn) I Nengah Lotama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Melasti merupakan rangkaian rutin tahunan yang bertujuan untuk menyucikan diri dan alam semesta sebelum memasuki hari Nyepi.
“Setelah prosesi di pantai ini, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan upacara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan sekitar dua minggu mendatang.” ujar Ketua PHDI DIY.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukotib menekankan bahwa Pantai Ngobaran adalah simbol nyata toleransi di kawasan tersebut, “Di tempat ini, Pura Segara Wukir berdiri berdampingan dengan situs-situs bersejarah lainnya, membuktikan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang harus dirawat bersama.” kata Mukotib
Kepala Kemenag Gunungkidul juga mengajak umat untuk menjaga keharmonisan melalui semangat Sak Eko Kapti (satu tekad bulat) dan menjalankan kewajiban moral Hamemayu Hayuning Bawono untuk melestarikan alam semesta.
|
Sementara itu, Ketua Panitia Upacara, Punaji, menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak yang membuat prosesi berjalan lancar. Ia berharap agar agenda Melasti ini tetap menjadi kegiatan tahunan yang semakin baik tata kelolanya, mengingat dampaknya yang positif bagi sektor pariwisata.
“Pantai Ngobaran kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui kunjungan wisatawan.” ujarnya.
Dalam momentum Ibadah Umat Hindu tersebut turut hadir juga Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, di tengah umat untuk memberikan dukungan. Kehadiran Bupati diapresiasi sebagai wujud kedekatan pemimpin dengan rakyatnya, serta dukungan nyata pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan di Gunungkidul.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa upacara Melasti bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ritual suci untuk penyucian diri dan alam semesta sebelum memasuki hari raya Nyepi. Bupati menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Tri Hita Karana, yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
“Gunung Kidul adalah rumah bagi keberagaman. Perayaan Nyepi termasuk rangkaian Melasti hari ini menjadi bukti bahwa toleransi dan kebersamaan harus terus kita jaga,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap keberagaman dan potensi daerah, Bupati mengumumkan bahwa Upacara Melasti akan dimasukkan ke dalam kalender event pariwisata mulai tahun 2027.
“Kebijakan ini diambil untuk memberikan dukungan fasilitas yang setara dengan perayaan keagamaan lainnya, sekaligus mempromosikan wisata religi yang dapat menarik kunjungan wisatawan ke Gunungkidul.” ungkap Bupati Endah.
Selain dukungan berupa agenda kegiatan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga fokus pada pengembangan infrastruktur menuju lokasi tersebut. Saat ini, telah diselesaikan pembukaan jalan Simpang Kepek-Ngobaran sepanjang 800 meter sebagai akses utama menuju kawasan wisata religi.
“Ke depannya, pemerintah juga berencana melakukan penataan wajah Pantai Ngobaran agar menjadi destinasi yang lebih cantik dan nyaman bagi umat yang beribadah maupun wisatawan.” kata Bupati.
Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan umat Hindu atas terselenggaranya kegiatan ini dengan semangat gotong royong. Bupati Endah berharap momentum suci ini membawa kedamaian, kejernihan batin, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Gunungkidul.
Upacara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, serta permohonan agar seluruh umat senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam menjalankan ibadah.


