Home / Politik / Unggul Quick Count Pilpres 2024, Ingat Pesan Soeharto untuk Prabowo ‘Ojo Lali, Ojo Dumeh, Ojo Ngoyo’

Unggul Quick Count Pilpres 2024, Ingat Pesan Soeharto untuk Prabowo ‘Ojo Lali, Ojo Dumeh, Ojo Ngoyo’

Unggul Quick Count Pilpres 2024, Ingat Pesan Soeharto untuk Prabowo ‘Ojo Lali, Ojo Dumeh, Ojo Ngoyo’
Jakarta,REDAKSI17.COM – Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto kemudian Gibran Rakabuming dinyatakan unggul dalam hasil quick count Pilpres 2024. Meskipun penghitungan ucapan dari KPU secara resmi belum dikeluarkan namun kiranya Prabowo perlu mengingat kembali nasehat lalu pesan dari presiden pendahulu.

Soeharto, Presiden Republik Indonesia kedua pernah memberikan pesan menyentuh kepada  Prabowo. Rasanya pantas di dalam momen ini untuk mengingat kembali pesan Soeharto untuk Prabowo.

Apalagi dalam pidato kemenangan pada Istora pada Rabu malam (14/2/2024), Prabowo juga menceritakan kedekatannya dengan Soeharto kepada ribuan pendukungnya. Prabowo menyebut dirinya sering makan siang bersama ayah Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto.

Lantas, apa pesan Soeharto kepada Prabowo? Untuk mengetahuinya, simak ulasannya berikut ini.

Diketahui bahwa Prabowo merupakan mantan suami Titiek Soeharto sekaligus mantan menantu Soeharto. Prabowo lalu Titiek pernah menikah pada tahun 1983, namun kemudian berpisah pada tahun 1998.

Meski Prabowo dan juga Titiek sudah bercerai, Prabowo masih ingat betul pesan Soeharto terhadap dirinya yang digunakan begitu menyentuh hati. Kira-kira apa pesan Soeharto kepada Prabowo? Untuk selengkapnya, berikut ini ulasannya yang tersebut dilansir dari berbagai sumber.

3 Pesan Soeharto Kepada Prabowo

Sebelum pergi bertugas ke wilayah Timor Timur yang tersebut pada saat itu sedang bergejolak ingin memisahkan diri dari Indonesia, Prabowo mendapat pesan dari Soeharto. Pada saat itu, Prabowo dipanggil oleh Soeharto ke Candana, Jakarta Pusat.

Awalnya, Prabowo kemudian para perwiranya mengira bahwa Prabowo akan diberi ‘sangu’ oleh Soeharto. Namun ternyata tidak, setibanya di area Cendana Prabowo justri diberikan pesan oleh Soeharto.

Saya pun menceritakan kepada perwira-perwira saya, bahwa saya dipanggil Presiden, serta merekan pun bergembira. Karena sebuah tradisi di area kami, kalau dipanggil Panglima Tertinggi sebelum menjalankan tugas, akan diberi sangu, bekal,” ungkap Prabowo dalam unggahan pada Facebook (13/6/2023).

Adapun pesan menyentuh yang diberikan Soeharto kepada Prabowo yaitu ‘ojo lali, ojo dumeh, dan juga ojo ngoyo.

“Kemudian Pak Harto berkata, saya hanya saja titip tiga hal kepada kamu, Bowo. Ojo lali, ojo dumeh, ojo ngoyo. Paham, mengerti!” ucap lagi Prabowo yang dimaksud mengenang pesan Soeharto.

Mulanya Prabowo mengaku sempat kecewa lantaran semata-mata diberikan nasihat oleh Soeharto lalu bukan ‘sangu’. Namun usai ia merenungkannya, ternyata pesan yang disebut mempunya makna mendalam. Adapun makna pesannya sebagai berikut:

1. Ojo lali ini miliki makna agar kita tak melupakan pelajar-pelajaran yang sudah diterima. Dari mulai dari pelajaran yang mana diberikan oleh orang tua, sekolah dasar, agama, hingga pelajaran militer.

2. Ojo dumeh mempunyai makna agar kita bukan boleh sombong. Sebab, orang sombong ini biasanya meremah musuh, mudah lengah, tidak ada teliti, serta terlalu percaya diri.

3. Ojo ngoyo mmepunyai makna jangan memaksakan diri.  Sebab setiap orang mempunyai batas kemampuannya. Prabowo diingatkan agar tak terlalu bernafsu dalam menunaikan operasi militer.

Prabowo mengaku juga bahwa Ia menuliskan 3 pesan Soeharto hal tersebut di area atas peta yang mana ada di area dalam posko setiap menjalankan operasi militer. Ia pun bersyukur, operasi militernya dapat menjalankan tugas dengan baik.

Demikian ulasan mengenai pesan Soeharto kepada Prabowo Subianto yang tersebut begitu menyentuh.

Kontributor : Ulil Azmi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *