Home / Daerah / Wabup Gunungkidul Hadiri Pengajian Akbar Ruahan di Ponpes Al Qodiriy Semin

Wabup Gunungkidul Hadiri Pengajian Akbar Ruahan di Ponpes Al Qodiriy Semin

 

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menghadiri Pengajian Akbar Ruahan yang digelar di Pondok Pesantren Al Qodiriy, Padukuhan Munggur, Kapanewon Semin, Rabu (28/01/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh santri, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Pengajian Akbar Ruahan merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Syakban atau dikenal dengan bulan ruah. Tradisi ini diisi dengan tahlil, doa bersama,untuk mendoakan para leluhur yang telah wafat.

 

Dalam sambutannya, Akhid Sutoyo pimpinan Ponpes Al Qodiriy Semin menyampaikan bahwa tradisi ruahan memiliki makna penting, khususnya bagi masyarakat Jawa.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat agar generasi saat ini tidak melupakan asal-usul dan nilai-nilai tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.

“Setiap bulan ruah kita melaksanakan tahlil, mendoakan, dan ziarah kubur para leluhur yang telah mendahului kita. Ini penting agar masyarakat Jawa tidak melupakan asal-usul serta tradisi nenek moyang, dan tetap menjaga nilai kejawen yang luhur,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya Pengajian Akbar Ruahan tersebut. Ia menilai majelis keagamaan memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan religius, mempererat persaudaraan umat, serta menumbuhkan kesadaran kolektif dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan berdaya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Pengajian Akbar ini. Majelis seperti ini sangat penting dalam menguatkan nilai keagamaan dan membangun harmoni sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Joko Parwoto menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memandang pesantren dan majelis keagamaan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah terus mendorong program-program yang sejalan dengan peran pesantren, seperti penguatan pendidikan keagamaan, pengembangan sumber daya santri, serta pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pesantren, organisasi keagamaan, dan pemerintah daerah dalam menjaga harmoni kebangsaan yang religius, sekaligus membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

“Program pembangunan daerah diarahkan agar sejalan dengan nilai kearifan lokal dan tradisi keislaman yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Gunungkidul,” tambahnya.

 

Melalui majelis tersebut, Wakil Bupati berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi energi moral dalam pengabdian, serta mendorong kolaborasi yang semakin kuat antara ulama, pesantren, dan pemerintah daerah demi kemaslahatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *