|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan Lansia Husnul Khotimah yang diselenggarakan di Dusun Jetis Kulon, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Jumat (20/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran sosial dan spiritual bagi warga lanjut usia di Kabupaten Gunungkidul.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan rumah zakat Muhammad Anantyo Widodo memaparkan berbagai inisiatif sosial yang telah dijalankan organisasinya, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga penyediaan layanan kesehatan khusus bagi lansia.
Ia menekankan pentingnya pengembangan Desa Ramah Lansia serta penanganan stunting sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup warga desa secara berkelanjutan.
Selain itu, disampaikan pula perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial dalam mendukung operasional lembaga pendidikan keagamaan, seperti Rumah Quran.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan dampak positif program-program sosial dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, tidak hanya di Gunungkidul tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gunungkidul mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Gunungkidul memiliki lebih dari 160 ribu penduduk lanjut usia, atau hampir seperlima dari total jumlah penduduk.
Menurutnya, para lansia merupakan penjaga nilai, sumber kebijaksanaan, serta saksi perjalanan panjang pembangunan daerah.
“Lansia telah memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdian sepanjang hidupnya.
Tanggung jawab kita hari ini adalah memastikan mereka menjalani masa tua dengan sehat, bermartabat, dan bahagia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan lansia melalui empat langkah utama, yakni optimalisasi layanan kesehatan lansia melalui Posyandu dan skrining kesehatan berkala, mendorong kemandirian ekonomi lansia produktif berbasis komunitas, memastikan perlindungan sosial yang tepat sasaran dan berkeadilan, serta membangun lingkungan dan pelayanan publik yang ramah lansia.
“Kita ingin Gunungkidul menjadi kabupaten yang menghargai usia sebagai kehormatan, bukan sebagai beban. Kualitas suatu daerah dapat dilihat dari bagaimana ia memperlakukan para lansianya,”tambahnya.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kalurahan, kader kesehatan, serta keluarga untuk bersama-sama menciptakan ruang yang aman, sehat, dan penuh perhatian bagi para orang tua.
Kegiatan Pesantren Ramadhan Lansia ini kemudian dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Ashar Janjang Lestari, yang menekankan pentingnya memperkuat keimanan dan ketenangan batin di usia lanjut sebagai bekal menuju husnul khotimah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa lansia bukan hanya objek pelayanan, melainkan subjek pembangunan yang tetap memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat.



