|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Wanita Puan Ariya yang berlokasi di Sumberejo, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Rabu (11/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung perkembangan usaha sekaligus memberikan dukungan terhadap pemberdayaan pelaku UMKM perempuan di wilayah pedesaan.
Koperasi Wanita Puan Ariya saat ini memproduksi sekitar 20 jenis produk olahan pangan berbasis komoditas lokal. Beberapa produk unggulan yang telah dikenal masyarakat di antaranya mie cup, serta beras analog.
Ketua Koperasi Puan Ariya, Suti Rahayu, menjelaskan bahwa usaha tersebut bermula dari upaya pemberdayaan kaum ibu di pedesaan sejak tahun 2011. Melalui koperasi tersebut, para anggota didorong untuk mengolah bahan pangan lokal, khususnya singkong, menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti tepung mokaf, mie bebas gluten, hingga beras analog
Menurut Suti, perjalanan usaha yang dirintisnya tidak selalu berjalan mulus. Pada awal pengembangan, koperasi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pemasaran hingga kendala teknis pada mesin produksi. Namun, melalui ketekunan anggota serta dukungan dari pemerintah, usaha tersebut perlahan berkembang dengan menghadirkan inovasi produk berbasis pangan sehat.
|
Saat ini, produk Koperasi Puan Ariya tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal, tetapi juga telah menjangkau pasar luar daerah seperti Jakarta dan Yogyakarta. Sistem pemasaran dilakukan melalui kemitraan serta promosi dari mulut ke mulut.
“Harapan kami, usaha ini dapat terus berlanjut dan menjadi warisan ekonomi bagi generasi penerus, sehingga mampu menjaga kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Suti.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi Koperasi Puan Ariya dalam mengembangkan produk olahan berbasis komoditas lokal. Dalam kunjungannya, ia juga meninjau langsung unit pengolahan tepung mokaf yang dikelola oleh Suti Rahayu.
Joko menilai, meskipun usaha tersebut telah berjalan selama lebih dari satu dekade dengan kualitas produk yang baik, masih terdapat tantangan dalam aspek pemasaran dan promosi. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen untuk membantu memperluas jaringan pemasaran produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas
“Ke depan, kami mendorong agar produk-produk lokal ini tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga dapat menembus pasar internasional seperti Singapura dan Korea,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, tingginya permintaan pasar terhadap produk Koperasi Puan Ariya menjadi peluang besar yang harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi, perbaikan kualitas kemasan, serta transfer pengetahuan kepada masyarakat sekitar.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan sinergi masyarakat, diharapkan Koperasi Wanita Puan Ariya mampu terus berkembang sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Gunungkidul.



