GONDOMANAN,REDAKSI17.COM – Jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta  melakukan safari tarawih di Masjid Nurusy-Syubban Kampung Ratmakan Kelurahan Ngupasan, Selasa (3/3/2026). Dalam kegiatan itu Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak masyarakat Kampung Ratmakan menjaga kebersihan dan melaksanakan Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak dirinya dan masyarakat untuk melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya pada bulan puasa. Salah satu kenaikan itu adalah menjaga kebersihan yang merupakan sebagian dari iman. Apalagi menurutnya masih ada sampah yang belum dipilah masyarakat.
“Karena kebersihan itu sebagian dari iman, dan kita itu berpuasa itu karena mengaku dirinya orang beriman. Tetapi ketika beriman puasa terus masih membuang sampah di kali, saya kira itu patut kita tanyakan pada diri kita sendiri. Maka dari itu, marilah kita tetap menjaga kebersihan,” kata Hasto saat safari tarawih di Masjid Nurusy-Syubban.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memberikan sambutan safari tarawih di Masjid Nurusy-Syubban Kampung Ratmakan. 

Hasto juga mengajak kembali masyarakat untuk melaksanakan gerakan Mas JOS. Tiap kegiatan safari tarawih dan subuh Hasto memberikan kuis kepada masyarakat terkait 5 langkah Mas JOS. Adapun 5 langkah Mas JOS yaitu pilah sampah sesuai jenis, sampah anorganik dibawa ke bank sampah, olah sampah organik, habiskan makanan dan gunakan wadah berulang.
Hasto menyebut Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta setiap hari mengumpulkan sampah organik sisa makanan sekitar 25 ton dari sekitar 1.000 ember. Sampah sisa makanan itu dibawa offtaker untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Hasto menyerahkan bantuan rehab masjid senilai Rp 10 juta dari Pemkot Yogyakarta kepada takmir Masjid Nurusy-Syubban Kampung Ratmakan.

“Jan-jane awake dhewe iki nek dhahar yo ojo okeh-okeh. (Sebetulnya kita makan jangam banyak-banyak). Kalau mau ambil ampun okeh banget, jebul ora entek. (Kalau mengambil jangan banyak). Kami terus menggalakkan supaya dipilah. Tetapi juga langkah keempat habiskan makanan supaya tidak banyak sisa yang kemudian terbuang,” jelasnya.
Pihaknya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih  kepada masyarakat yang sudah menjalankan Gerakan Mas JOS sudah berjalan. Diharapkan gerakan tersebut benar-bener dilakukan masyarakat untuk mengurangi sampah dan menciptakan lingkungan bersih.

Hasto menegaskan Pemkot Yogyakarta selalu memohon masukan dari seuluruh warga masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan open house Wali Kota Yogyakarta setiap Rabu pagi. Pihaknya berharap masyarakat dapat memanfatkan kegiatan itu untuk menyampaikan berbagai permasalahan.
Dalam kegiatan safari tarawih diserahkan bantuan rehab masjid dari Pemkot Yogyakarta sekitar Rp 10 juta, bantuan dari PDAM Tirtamarta sekitar Rp 2 juta, Baznas sekitar Rp 2 juta, bantuan paket buku dan bantuan dari Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Bantuan itu diharapkan dapat membantu perbaikan sarana prasara Masjid Nurusy-Syubban.

Baznas Kota Yogyakarta juga memberikan bantuan kepada Masjid Nurusy-Syubban Kampung Ratmakan.

Sementara itu Ketua Takmir Masjid Nurusy-Syubban, Istia Bakti Widodo  mengucapkan terima kasih atas bantuan-bantuam yang diberikan untuk Masjid Nurusy-Syubban. Dia menjelaskan Masjid Nurusy-Syubban berdiri awal dari mulai tenda militer hingga bertahap dibangun dengan batako. Pada tahun1984, lokasi masjid pinggiran Sungai Code terkena banjir besar dan ternyata membawa berkah berupa material kayu-kayu dan pasir yang digunakan untuk merehabilitasi masjid dengan batako. Kemudian pada tahun 1990,  dibangun masjid lebih permanen berkat bantuan jamaah. Kini sebagian bangunan masjid juga memerlukan perbaikan karena faktor usia.
“Dengan safari Ramadan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak. Tentunya yang sudah membantu banyak hal termasuk dengan nilai nominal yang cukup besar, itu nanti bisa kita manfaatkan,” ucap Widodo.