Home / Nasional dan Internasional / Washington Menerima “Proposal 10 Poin”

Washington Menerima “Proposal 10 Poin”

Washington,REDAKSI17.COM – Ancaman ledakan konflik di Timur Tengah untuk sementara berhasil diredam pada Rabu (8/4/2026).
Presiden AS, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan penangguhan serangan militer ke Iran, yang langsung disambut dengan deklarasi kemenangan mutlak oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Keputusan mundur selangkah dari pihak AS ini ternyata tak lepas dari campur tangan pihak ketiga dan satu syarat mutlak.
Trump setuju menahan peluncuran “kekuatan destruktif” militernya setelah menerima telepon dari Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dan Marsekal Lapangan Asim Munir.
– Sebagai ganti dari gencatan senjata ini, Trump menuntut agar Selat Hormuz segera dibuka secara penuh dan aman.
Syarat ini disetujui oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang mengizinkan jalur aman selama dua minggu, namun tetap di bawah pengawasan ketat Angkatan Bersenjata Iran.
Di saat Trump berbicara soal optimisme perdamaian, Iran justru melihat momen ini sebagai penaklukan.
Mereka mengklaim telah menang atas AS dan Israel dengan memaksa Washington menerima “Proposal 10 Poin” yang isinya sangat fantastis.
AS diklaim telah setuju pada prinsipnya untuk mencabut seluruh sanksi primer dan sekunder terhadap Iran.
– AS harus menarik mundur seluruh pasukan tempurnya dari pangkalan-pangkalan di kawasan tersebut.
– Dan yang paling mengejutkan, AS disebut telah menerima program pengayaan nuklir Iran dan mengakui kendali berkelanjutan Teheran atas jalur air Selat Hormuz.
Meski kedua negara sepakat untuk duduk bersama, rasa saling curiga masih sangat pekat mewarnai masa jeda ini.
– Arena perundingan tingkat tinggi ini akan digelar di Islamabad, Pakistan, selama periode dua minggu ke depan (yang dapat diperpanjang atas persetujuan bersama).
Trump sangat optimis dan merasa “sudah sangat dekat” dengan kesepakatan damai jangka panjang di Timur Tengah.
Kontras dengan hal itu, Iran datang ke meja perundingan dengan status ketidakpercayaan penuh.
Mereka mengimbau warganya untuk merayakan kemenangan sambil tetap siaga tempur.
“Tangan kita berada di pelatuk, dan begitu musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kita akan membalasnya dengan kekuatan penuh,” ancam pihak Iran.
Dunia kini dihadapkan pada masa jeda 14 hari yang sangat krusial.
Perundingan di Islamabad akan menjadi ajang pembuktian yang sesungguhnya, apakah proposal 10 poin tersebut benar-benar merupakan jalan keluar menuju perdamaian abadi seperti yang diyakini Trump, atau justru hanya deklarasi supremasi Iran di kawasan tersebut.
Untuk saat ini, setidaknya kapal-kapal di Selat Hormuz bisa kembali melintas dan bernapas lega.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *