Home / Wisata dan Kuliner / Wedang Gedhang

Wedang Gedhang

Wedang gedhang (gê.dhang=pisang) merupakan minuman khas dari Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Daerah yang terkenal sebagai pusat kuliner wedang gedhang adalah Lereng Merapi, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Wedang Gedhang merupakan minuman yang disajikan hangat merespon keadaan di Lereng Gunung Merapi yang memiliki suhu dingin. Wedang ini kemudian menjadi minuman khas lereng Merapi karena semakin banyak yang membuat dan bahkan membuat warung minuman ini.

Wedang gedhang memiliki bahan berupa air, pisang, gula jawa, jahe, serai, cengkeh, kayu manis, dan daun pandan. Gula jawa, jahe yang digeprek, serai, cengkeh, kayu manis dan daun pandan diseduh dengan air panas sehingga sari-sarinya keluar. Setelah sarinya keluar, sisa-sisa jahe, serai, dan daun pandan dapat disisihkan untuk mendapatkan airnya saja. Kemudian air sari tersbut ditambahkan dengan irisan pisang. Wedang gedhang siap disajikan.

Sejarah

Kehadiran wedang jahe ini berawal dari Bu Panut yang merupakan putri dari Mbah Maridjan. Bu Panut meracik wedang gedhang ini untuk dijual pada pendaki Gunung Merapi sejak tahun 1983. Wedang racikan Bu Panut lebih sederhana. Seiring berjalannya waktu dan lebih banyak orang yang membuat, rempah-rempah lain turut dimasukkan. Jahe, kayu manis, dan cengkeh merupakan rempah yang jamak dipakai di minuman tradisional di Indonesia (Fibri dkk., 2022). Lebih dari sekadar meracik wedang dari rempah, wedang gedhang ini menambahkan pisang yang notabene buah-buahan segar ke dalam racikan wedang yang hangat.

Pada perkembangannya pisang yang digunakan untuk membuat wedang gedang berbeda-beda pada tiap pembuat. Ada yang menggunakan pisang kepok, pisang ambon, dan pisang raja. Pembuatan air sari rempah-rempahnya juga memiliki perkembangan. Pada awalnya gula jawa populer digunakan untuk membuat wedang gedhang ini. Namun, pada perkembangannya terdapat inovasi gula jahe, yaitu gula yang ditambahkan jahe dalam pembuatannya. Peracik wedang gedhang hanya perlu menyeduh gula jahe dan menambahkan irisan pisang.

Sebagai ekosistem kebudayaan, wedang gedhang ini tidak terlepas dari penghasil bahan baku. Jahe dihasilkan petani utamanya di Plosokerep, Kecamatan Cangkringan. Untuk pisang banyak dihasilkan dari kebun milik warga. Skala pembuatan wedang gedhang belum merupakan skala industry sehingga belum menggantungkan sumber yang sangat besar dari luar wilayah Cangkringan.

Jelajah wisata Jogja dan kulinernya ? 087849378899

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *