Jakarta,REDAKSI17.COM – Work from home (WFH) satu hari dalam seminggu demi hemat bahan bakar minyak (BBM) segera diputuskan. Menurut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian WFH ini sudah disetujui mayoritas kabinet dan tinggal tunggu ditetapkan saja.
Persetujuan disepakati dalam rapat koordinasi dilakukan di tingkat kementerian dan lembaga (K/L) dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
“Saya nggak mau menyebutkan, itu kemarin pun sebenarnya sudah ada hampir mengarah kepada mayoritas setuju (WFH) di satu hari yang sama,” ujar Tito di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).
Tito mengatakan ada beberapa stimulus ekonomi yang akan dilakukan pemerintah, hanya saja Tito masih enggan buka-bukaan apa bentuknya. Dia bilang hasil kesepakatan rapat koordinasi akan dilaporkan terlebih dahulu ke Presiden Prabowo Subianto.
“Tapi saya nggak nyampaikan, sekali lagi karena itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke bapak presiden,” kata Tito.
Tito melanjutkan, kebijakan-kebijakan yang sudah ditetapkan dalam rapat tersebut sudah hampir final. Kini kabinet tinggal menunggu keputusan Prabowo, setelah itu baru diumumkan.
“Setelah nanti Pak presiden mengambil keputusan, baru nanti akan diumumkan. Siapa yang ditunjuk untuk mengumumkan, apakah Menko Ekonomi, atau Mensesneg, itu saya nggak tahu. Jadi, saya tidak pada kapasitas untuk menjelaskan,” papar Tito.
Menurut Tito jajaran pemerintah siap untuk melakukan skema kerja WFH. Sebab, di era pandemi COVID-19, skema ini sudah dilakukan alias bukan sesuatu yang baru. Saat itu, pemerintahan bisa tetap berjalan meski ada ASN yang WFH.
“Saya yakin nggak akan masalah, karena ini bukan pengalaman pertama ini. Ini pada waktu jaman COVID itu kan WFH bahkan sempat hanya WFO-nya hanya 25%. Kemendagri itu 25%, WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, tapi kita punya pengalaman,” beber Tito.
Untuk pemerintah daerah, skema kerja WFH juga banyak dilakukan saat pandemi. Dia meyakini jajaran pemerintah daerah juga sudah berpengalaman.
Hanya saja, untuk kepala-kepala daerah baru, Tito bilang dirinya mungkin akan memberikan arahan khusus terlebih dahulu apabila kebijakan ini diterapkan.
“Pemda juga ada banyak pengalaman. Cuma mungkin karena daerah ini ada kepala daerah baru, nanti saya akan kasih penjelasan pada mereka. Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergensi, rumah sakit, kebersihan harus tetap jalan,” papar Tito.





