|
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat potensi ekonomi dan pariwisata di wilayah pedesaan. Hal ini diwujudkan melalui acara Ramah Tamah, Dialog, dan Penanaman Simbolis Bibit Kelapa yang dilaksanakan di Joglo Padukuhan Wota-Wati, Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, pada Selasa (10/2/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Aris Eko Nugroho, Sekretaris Daerah, serta jajaran Forkopimkap Girisubo.
Dalam sambutannya, Bupati Endah menekankan bahwa kegiatan ini merupakan aksi nyata bagi masa depan lingkungan dan ekonomi masyarakat.
*Dukungan Dua Varietas Unggul*
Dalam program ini, masyarakat Wota-Wati menerima bantuan dua jenis kelapa unggulan. Kelapa Genjah Pandan Wangi bantuan dari DPKP DIY dialokasikan untuk area pemukiman warga. Sementara itu, Kelapa Genjah Enthog bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul ditanam di lahan pertanian sepanjang aliran Bengawan Solo Purba.
Bupati Endah menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan warga adalah kunci kemandirian ekonomi.
“Kelapa yang kita tanam hari ini adalah investasi bagi anak cucu kita agar kelak Wota-Wati semakin makmur dan sejahtera,” tegasnya.
**Penyangga Sektor Pariwisata**
Lurah Pucung, Estu Dwiyono, menjelaskan bahwa penanamanman bibit kelapa ini didasari oleh meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Bengawan Solo Purba. Selama ini, kebutuhan kelapa muda (*degan*) untuk wisatawan masih harus didatangkan dari luar daerah atau “impor”.
“Kami berharap dengan adanya pohon kelapa di setiap rumah warga, kita bisa menyajikan hasil bumi sendiri kepada wisatawan tanpa harus membeli dari luar,” ujar Estu.
Ia juga meminta warga untuk merawat bibit tersebut dengan penuh tanggung jawab agar dapat tumbuh dan berkembang (tuwuh lan ngremboko).
**Investasi Jangka Panjang**
Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, menambahkan bahwa keberhasilan program pertanian di Wota-Wati menjadi konsentrasi jajarannya. Selain kelapa, pemerintah juga tengah memantau perkembangan potensi lain seperti peternakan dan kopi untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Untuk yang kita serahkan ada 2 traktor Roda empat sama 50 benih kelapa genjah pandan manis.” kata Aris.
Kegiatan diakhiri dengan penanaman bibit secara simbolis oleh Bupati dan jajaran pejabat di lahan pemukiman penduduk.
“Melalui dukungan anggaran keistimewaan dan kerja sama lintas sektor, Padukuhan Wota-Wati diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata bangunan yang biasa, tetapi juga menjadi kawasan agrowisata yang istimewa.” kata Aris.



