Home / Nasional dan Internasional / Zulhas: Pemerintah Fokus Perluas MBG di Pesantren

Zulhas: Pemerintah Fokus Perluas MBG di Pesantren

Baru 10% Pesantren Tersentuh, Pemerintah Fokus Perluas MBG

 

Jakarta,REDAKSI17.COM – Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan perhatian khusus pada lingkungan pondok pesantren yang hingga kini masih tertinggal dalam jangkauan program.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa saat ini cakupan MBG di sekolah umum sudah mendekati 80 persen. Namun di pondok pesantren, program ini baru menjangkau sekitar 10 persen.

“Kami konsen betul. Pondok ini paling memerlukan karena santri membutuhkan asupan gizi yang memadai. Ini akan kita percepat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/4/2026).

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Agama dan Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan pembenahan pendataan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

Senada dengan itu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya sinkronisasi data antar lembaga. Ia mengingatkan agar tidak terjadi perbedaan metode pendataan yang berpotensi membuka celah penyimpangan.

“Jangan sampai yang satu menghitung piring, yang lain menghitung kepala. Ini harus disamakan agar transparan dan akurat,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian Agama per 1 April 2026:
🔹 Sekitar 3,98 juta siswa madrasah (37,9%) telah menerima MBG
🔹 Program telah menjangkau 26.773 madrasah (30,6%)
🔹 Sementara di pesantren, baru 654.879 santri (10,4%) yang menerima manfaat
🔹 Tersebar di 4.576 pesantren (10,8%)

Secara umum, MBG diberikan selama lima hari mengikuti hari sekolah. Namun, untuk daerah tertentu seperti wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi, pemerintah membuka opsi penambahan hari distribusi.

Khusus pesantren, skema penyaluran akan disesuaikan dengan aktivitas belajar yang bisa berlangsung lima hingga enam hari dalam sepekan.

Pemerintah menilai, perbaikan tata kelola dan sinkronisasi data menjadi kunci utama untuk memperluas jangkauan program, terutama bagi kelompok yang paling membutuhkan seperti santri dan wilayah dengan kerentanan gizi tinggi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *