Beranda / Daerah / 17th ACWG-RASA Momentum Perkuat Konektivitas Udara dan Kenalkan Potensi DIY

17th ACWG-RASA Momentum Perkuat Konektivitas Udara dan Kenalkan Potensi DIY

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, memandang penyelenggaraan The 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (17th ACWG-RASA) sebagai momentum untuk memperkuat konektivitas udara regional sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata daerah kepada para delegasi ASEAN dan China. Hal tersebut dikemukakan Ni Made saat menghadiri seremoni pembukaan 17th ACWG-RASA, di Hotel De Djokja, Rabu (08/07).

“Pertemuan ini memiliki arti penting karena membahas konektivitas udara yang semakin strategis bagi kawasan kita. Suatu pertemuan yang sangat bagus khususnya bagi Daerah Istimewa Yogyakarta karena selain kami mempunyai bandara internasional yang membutuhkan masukan-masukan terkait bagaimana kemajuan ke depan dari bandara itu, ini juga sekaligus momentum memperkenalkan budaya Yogyakarta,” ujar Ni Made.

Dalam sambutannya, Ni Made mengungkapkan bahwa konektivitas udara memiliki peran strategis di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. Menurutnya, layanan penerbangan regional tidak hanya mendukung konektivitas antardaerah, tetapi juga menjadi jembatan bagi kerja sama ekonomi, pariwisata, pendidikan, kebudayaan, dan persahabatan antarmasyarakat di kawasan ASEAN dan China.

“Yogyakarta memahami dengan baik makna konektivitas itu. Bagi kami, penerbangan tidak hanya menghubungkan satu bandara dengan bandara lain. Ia mempertemukan manusia, membuka ruang dialog, dan memperpendek jarak antara gagasan, kesempatan, dan masa depan bersama,” tutur Ni Made.

Sebagai Kota Budaya, Kota Pendidikan, dan salah satu destinasi wisata utama Indonesia, Yogyakarta dinilai memiliki daya tarik yang patut dikenalkan kepada masyarakat internasional. “Di dunia internasional mungkin yang lebih terkenal adalah Bali, tetapi Jogja ini mempunyai berbagai ragam budaya yang bisa diminati oleh semua kalangan, termasuk juga Bapak/Ibu para delegasi,” jelas Ni Made.

Untuk itu, di sela-sela agenda persidangan yang padat, Ni Made mengajak para delegasi memanfaatkan kesempatan selama berada di Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan keramahan masyarakat setempat. Ia berharap para peserta tidak hanya membawa pulang hasil pertemuan yang produktif, tetapi juga kesan positif terhadap Yogyakarta sebagai kota budaya, pendidikan, dan destinasi wisata.

“Semoga pertemuan ini dapat memperkuat kerja sama di antara ASEAN dan Cina. Selamat mengikuti The 17th ASEAN‑China Working Group on Regional Air Services Arrangements. Semoga pertemuan ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi kawasan kita,” pungkas Ni Made.

Forum kerja sama berkelanjutan di bidang transportasi udara antara ASEAN-China ini berlangsung selama 3 hari, 7-9 Juli 2026, di Hotel De Djogja. Kegiatan tersebut mempertemukan delegasi negara-negara ASEAN & China, maskapai, operator bandara, produsen pesawat, dan pemangku kepentingan untuk membahas peningkatan konektivitas, kerja sama teknis Unmanned Aircraft System (UAS), keselamatan penerbangan, dan harmonisasi regulasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ASEAN Caucus Meeting & ASEAN‑China Airlines Forum pada 7 Juli. Selain itu, para delegasi juga dijadwalkan mengunjungi Bandara Udara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) untuk melihar fasilitas operasional sekaligus mengenal potensi pengembangan komersial bandara tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Lukman F. Laisa menyampaikan, keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) mencerminkan keseriusan Indonesia dalam memperkuat konektivitas udara. Sebagai bandara utama di DIY, YIA dirancang untuk melayani pesawat berbadan lebar, seperti Airbus A380 dan Boeing 777, serta memiliki ketahanan terhadap bencana, seperti gempa bumi hingga magnitudo 8,8.

Lukman pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi yang hadir dan berpartisipasi dalam forum tersebut. Menurutnya, kehadiran para peserta mencerminkan komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama penerbangan di kawasan ASEAN dan China. Pembahasan yang berlangsung dalam kelompok kerja ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai kesepakatan yang mampu memperluas konektivitas udara, membuka peluang pasar baru, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan sosial negara-negara peserta dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, Lukman turut menekankan bahwa pengembangan kerja sama penerbangan regional perlu tetap mengacu pada prinsip-prinsip penerbangan sipil internasional. Karena itu, aspek keselamatan, keamanan, dan efisiensi harus senantiasa menjadi landasan dalam setiap kebijakan maupun kerja sama yang dibangun.

Tak luput, Lukman menyambut baik penyelenggaraan pertemuan di Yogyakarta. Menurutnya, kota ini tidak hanya dikenal sebagai pusat budaya dan pendidikan, tetapi juga memiliki keramahan yang menjadi daya tarik bagi para tamu dari berbagai negara.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *