JAKARTA,REDAKSI17.COM – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), pengelola platform ojek daring Indonesia, menyatakan siap mengikuti skema bagi hasil ojek daring terbaru arahan pemerintah, dan menyiapkan empat rencana aksi sebagai bentuk konkret komitmen Perseroan.

ā€œPerseroan akan menyesuaikan skema bagi hasil layanan roda dua sesuaiĀ arahan Presiden Prabowo Subianto,ā€ tulis manajemen dalam keterangan resmi, Selasa (19/5).

Dengan demikian, GOTO hanya akan menerima potongan komisi sebesar 8% alih-alih 20% seperti sebelumnya. Namun, aturan komisi aplikator baru tersebut hanya diberlakukan ke layanan ojek daring roda dua, atau yang biasa dikenal dengan GoRide.

Tak hanya itu, demi menjaga jumlah order konsumen dan total pendapatan mitranya, GOTO juga berniat menjaga harga layanan agar tidak melonjak.

ā€œPerusahaan pun memahami betul betapa pentingnya harga untuk konsumen Indonesia. Kami akan berupaya agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk GoRide Reguler,ā€ jelas manajemen GOTO.

Namun, nasib GoRide Hemat berbeda. Program ini diuji coba sejak November 2025 dan diperluas pada Februari 2026, tetapi pihak Gojek kini merasa bahwa layanan ini tidak memihak kesejahteraan mitra pengemudinya.

ā€œOleh karena itu, Gojek memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat,ā€ kata manajemen.

Ke depan, layanan GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8% seperti layanan reguler, yang lantas akan menyebabkan kenaikan harga moderat bagi konsumen.

Selain upaya stabilisasi harga GoRIde Reguler dan penghapusan GoRide Hemat, GOTO akan terus memperhatikan program kesejahteraan mitra pengemudi.

Program-program tersebut termasuk Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra pengemudi, Umroh gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, dan Cek Kesehatan Gratis.

Dengan pemotongan komisi aplikator ini, pihak Gojek mengakui bahwa pendapatan lini bisnis GoRide akan menurun.

ā€œNamun demikian, kami percaya kekuatan ekosistem ini memberikan fondasi yang kuat bagi Gojek untuk terus bertumbuh, sekaligus menjaga keunggulan layanan kami,ā€ pungkas manajemen.

Seperti yang telah diberitakan IDNFinancials sebelumnya, GOTO baru saja sukses mencetakĀ laba bersih pertamanya di kuartal I 2026Ā sebesar Rp257,9 miliar, didukung pendapatan yang tumbuh 26,3% secara tahunan menjadi Rp5,34 triliun.

Komisi aplikator termasuk dalam segmen imbalan jasa, yang mencapai Rp1,52 triliun atau setara 28,5% terhadap total pendapatan GOTO per kuartal I 2026.

Seiring dengan seruan Presiden Prabowo untuk membatasi komisi aplikator menjadi 8% pada 1 Mei 2026 lalu, harga saham GOTO ambruk 7,41% dan kembali menjadi ā€œsaham gocap,ā€ atau saham yang diperdagangkan di harga Rp50 per lembar.

Terbaru, Danantara dilaporkan telah masukĀ menjadi salah satu investor GOTOĀ dengan kepemilikan di bawah 1%. (ZH)