JAKARTA,REDAKSI17.COM –Ā Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mempertanyakan alasan Kementerian Pertahanan mengerahkan pasukanĀ TNIĀ dan Komponen Cadangan atauĀ KomcadĀ dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026.
Demikian hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara PDI Perjuangan Romli Guntur sebagaimana dilaporkan Jurnalis Kompas TV, Putri Oktaviani, Sabtu (14/6/2026).
āPDI Perjuangan mempertanyakan Kementerian Pertahanan yang mengerahkan TNI dan Komcad untuk menghadapi demo adik-adik mahasiswa,ā ucap Guntur.
Guntur menegaskan, TNI dan Komcad bukanĀ alat untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa. Oleh karena itu, Guntur mempertanyakan alasan Kemhan mengeluarkan kebijakan tersebut.
āYang harus dipertegas TNI dan Komcad bukan alat untuk menghadapi demo mahasiswa. Karena itu, PDI Perjuangan mempertanyakan di balikĀ kebijakan kementerian pertahananĀ tersebut,ā kataĀ Guntur.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas mengatakanĀ ada permintaan dari Polri untuk mengerahkan personel TNI saat aksi unjuk rasa atau demonstrasi mahasiswa pada Jumat, 12 Juni 2026.
āAdapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu,ā kata Brigjen TNI Muhamad NasĀ sebagaimana dikutip dariĀ Antara, Sabtu (13/6/2026).
Nas menuturkanĀ keberadaan personel TNI saat demonstrasi mahasiswa berlangsung tidak untuk menangani massa aksi secara langsung.
Nas menegaskan bahwa TNI hadir untuk memberikan dukungan personel jika polisi sudah tidak bisa mengendalikan massa.
Menurut dia, TNI tidak akan mengambil peran kepolisian selakuĀ pihak penegak hukum yang memiliki wewenang menindak massa aksi.
āPenanganan demo adalah tanggung jawab kepolisian. Artinya, tetap polisi di depan,ā ujar Nas.








