Redaksi17

Cegah Stunting Baru, Orang Tua Diminta Rutin Bawa Balita ke Posyandu

Cegah Stunting Baru, Orang Tua Diminta Rutin Bawa Balita ke Posyandu

Umbulharjo,REDAKSI17.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong orang tua dan pengasuh balita rutin membawa anak ke Posyandu setiap bulan. Kehadiran balita di Posyandu penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan sekaligus mengetahui lebih dini apabila terdapat masalah dalam pertumbuhan anak.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Iswari Paramita, mengatakan pemantauan pertumbuhan balita membutuhkan peran aktif orang tua atau pengasuh. Kader Posyandu membantu melakukan penimbangan dan pengukuran, sedangkan orang tua perlu mengetahui hasil pemantauan pertumbuhan anaknya.

“Tujuannya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin setiap bulan di Posyandu. Orang tua harus aktif, misalnya setelah anak ditimbang, ditanyakan bagaimana kondisi dan perkembangannya,” ujar Mita saat dikonfirmasi di Kantornya beberapa hari lalu.

Menurutnya, kehadiran balita di Posyandu juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan cakupan pemantauan pertumbuhan. Salah satu indikatornya adalah D/S, yakni perbandingan jumlah balita yang datang dan ditimbang dengan jumlah sasaran balita di suatu wilayah.

Kota Yogyakarta menargetkan cakupan D/S mencapai 100 persen. Dengan target tersebut, seluruh balita yang menjadi sasaran diharapkan dapat datang dan mendapatkan pemantauan secara rutin.

“Kalau D/S itu balita yang datang dan ditimbang dibandingkan dengan jumlah sasaran balita. Targetnya 100 persen,” jelasnya.

Selain D/S, terdapat indikator N/D yang menunjukkan perbandingan jumlah balita yang mengalami kenaikan berat badan dengan balita yang datang dan ditimbang. Iswari menyebut capaian N/D di Kota Yogyakarta masih perlu ditingkatkan.

“Kalau N/D itu balita yang naik berat badannya dibandingkan dengan balita yang datang dan ditimbang. Di Kota Yogyakarta saat ini masih sekitar 50 persen, sementara target nasional 73 persen,” katanya.

Karena itu, menurut Mita, membawa anak ke Posyandu saja belum cukup. Orang tua perlu memperhatikan hasil penimbangan dan memastikan pertumbuhan berat badan anak sesuai dengan perkembangan usianya.

Untuk anak yang sudah berusia satu tahun, kenaikan berat badan minimal yang perlu diperhatikan adalah 200 gram atau dua ons setiap bulan. Namun, pemantauan tetap perlu mengacu pada grafik pertumbuhan yang tercantum dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA).

“Mulai usia satu tahun ke atas, kenaikan berat badan minimal dua ons setiap bulan. Tetapi orang tua juga harus melihat grafik pertumbuhannya di Buku KIA,” terangnya.

Buku KIA menjadi salah satu pegangan orang tua untuk memantau perkembangan anak. Dengan melihat grafik tersebut secara berkala, orang tua dapat mengetahui apakah anak tumbuh optimal sesuai usianya atau membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Mita menegaskan pemantauan rutin di Posyandu merupakan bagian dari upaya menjaga balita tetap tumbuh sehat sekaligus mencegah munculnya kasus stunting baru di Kota Yogyakarta.

“Balita sehat itu harus dipantau pertumbuhannya dan berat badannya diupayakan naik setiap bulan. Ini menjadi bagian dari upaya mencegah stunting baru,” tuturnya.

Pihaknya mengajak orang tua maupun pengasuh yang mendampingi balita untuk tidak melewatkan jadwal Posyandu. Jadwal pelaksanaan Posyandu di masing-masing wilayah dapat berlangsung pagi maupun sore, menyesuaikan kondisi masyarakat dan wilayah kerja Puskesmas.

“Orang tua maupun pengasuh mari rutin membawa balita ke Posyandu. Datang, ditimbang, diukur, kemudian lihat pertumbuhannya. Jangan lupa gunakan Buku KIA untuk memantau perkembangannya,” pungkas Mita.

Melalui keterlibatan orang tua, pengasuh, kader Posyandu dan tenaga kesehatan, Mita berharap pemantauan pertumbuhan balita dapat dilakukan secara konsisten. Anak bertambah usia, berat badan bertambah, dan tumbuh semakin optimal menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan zero stunting baru di Kota Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *