Gedung Putih pada Selasa, 8 September 2026, mengumumkan perubahan terhadap tarif 50 persen atas sejumlah barang Kanada. Beberapa produk seperti semen dan garam jalan dikeluarkan dari daftar tarif, sementara Washington pada saat yang sama memperluas pungutan terhadap produk Kanada lainnya dan bahkan melarang impor sejumlah minuman beralkohol, produk susu serta sepeda motor.
Perubahan tarif akan mulai berlaku pada 15 September 2026, sedangkan larangan impor sejumlah produk Kanada dijadwalkan berlaku mulai 29 September. Pemerintah Trump mengatakan perubahan daftar tersebut dilakukan untuk mengurangi gangguan terhadap rantai pasok Amerika sekaligus mempertahankan tekanan terhadap Kanada.
Namun, pengecualian itu muncul kurang dari dua bulan sebelum pemilu paruh waktu AS pada 3 November. Waktunya membuat persoalan tarif bukan lagi sekadar pertarungan perdagangan Washington-Ottawa, tetapi juga isu politik domestik yang dapat memengaruhi persaingan memperebutkan kendali Kongres.
Kanada pada Selasa mulai memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang Amerika setelah perundingan perdagangan kedua negara gagal. Pemerintah Kanada menyebut langkah tersebut sebagai respons dolar untuk dolar terhadap tarif 50 persen yang sebelumnya dikenakan Washington atas sekitar 27,6 miliar dolar Kanada barang impor dari Kanada.
Tarif balasan Ottawa berkisar antara 15 hingga 50 persen dan mencakup berbagai produk, antara lain baja, aluminium, produk susu, peralatan rumah tangga, mesin pertanian, pulp dan kertas serta elektronik. Pemerintah Kanada secara terbuka menyatakan penyusunan daftar tersebut tidak hanya mempertimbangkan dampak ekonomi, tetapi juga tekanan politik terhadap Amerika Serikat.
Menteri Perindustrian Kanada Mélanie Joly sebelumnya mengatakan pemerintah ingin bersikap “bijaksana dan strategis” dalam menentukan produk yang dikenai tarif agar dapat memberikan tekanan politik kepada negara-negara bagian tertentu. Analisis Reuters juga menunjukkan pungutan tersebut memberikan tekanan relatif lebih besar pada wilayah penting secara politik seperti Michigan, Ohio dan Wisconsin.
Strategi tersebut menjadi penting karena enam dari delapan pertarungan Senat yang dinilai paling kompetitif pada 2026 berada di negara bagian yang menjadikan Kanada mitra perdagangan terbesar. Negara bagian itu termasuk Georgia, Iowa, Maine, Michigan, North Carolina dan Ohio.
Dengan struktur perdagangan seperti itu, kebijakan yang dimaksudkan Trump untuk menekan Kanada berisiko menghasilkan efek sebaliknya di dalam negeri. Perusahaan Amerika yang bergantung kepada bahan baku Kanada dan konsumen yang menghadapi harga lebih tinggi dapat menjadi sumber tekanan terhadap kandidat Republik.
Tekanan tersebut terlihat jelas di Maine, negara bagian yang berbatasan langsung dengan Kanada sepanjang lebih dari 600 mil. Senator Republik Susan Collins berulang kali memperingatkan Gedung Putih bahwa tarif terhadap Kanada dapat menambah biaya bagi keluarga, pemerintah daerah dan perusahaan di negara bagiannya.
Collins secara khusus meminta pemerintah mengecualikan semen dan garam jalan. Maine bergantung pada garam dari Kanada untuk menjaga keselamatan jalan selama musim dingin, sedangkan industri konstruksinya juga menggunakan pasokan semen dari negara tetangga tersebut.
Pemerintah Trump akhirnya mengabulkan dua permintaan itu dan menghapus semen serta garam jalan dari tarif 50 persen. Perubahan tersebut mulai berlaku pada 15 September.
“Saya menghargai pengumuman pemerintah bahwa mereka akan mengecualikan garam jalan dan semen dari tarif AS,” kata Collins dalam pernyataannya, sebagaimana dilaporkan WABI pada Rabu, 9 September 2026. Ia mengatakan telah secara khusus mengangkat dampak kedua produk itu dalam komunikasinya dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.
Collins memberikan contoh Frenchville, sebuah kota kecil di perbatasan Kanada. Menurut dia, tarif garam jalan dapat menambah pengeluaran kota tersebut sekitar 10 ribu dolar AS dan mengancam kemampuan pemerintah lokal menyediakan pelayanan dasar.
Ia juga mengatakan salah satu pemilik perusahaan beton siap pakai di Maine memperkirakan tarif semen Kanada dapat membuat perusahaannya menanggung biaya tambahan sekitar 150 ribu dolar AS setiap bulan. Angka tersebut memperlihatkan bagaimana pertarungan dagang nasional dapat menghasilkan konsekuensi yang sangat lokal.
Namun, Collins menegaskan pengecualian tersebut belum menyelesaikan persoalan utama. Tarif besar masih dikenakan terhadap sejumlah komoditas yang sangat penting bagi perekonomian Maine.
“Tarif yang signifikan, termasuk terhadap produk kehutanan, masih berlaku dan akan menyebabkan biaya lebih tinggi bagi keluarga Maine serta ketidakpastian bagi dunia usaha,” kata Collins, sebagaimana dilaporkan WABI pada Rabu, 9 September 2026. Ia mendesak pemerintahan Trump kembali menurunkan ketegangan dan mencapai penyelesaian perdagangan dengan Kanada.
Pemerintah Trump membantah bahwa perubahan daftar tarif berarti strategi perdagangan terhadap Kanada sedang ditinggalkan. Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan pengecualian diberikan setelah mempertimbangkan ketergantungan rantai pasok AS terhadap barang tertentu dari Kanada.
Menurut pejabat tersebut, pemerintah berusaha menghindari produk yang tidak mudah digantikan oleh produksi dalam negeri atau pemasok dari negara lain. Cement, road salt dan beberapa barang lainnya karena itu dikeluarkan dari daftar pungutan 50 persen.
Pemerintah kemudian mengganti sebagian produk yang dikecualikan dengan barang Kanada lainnya sehingga besaran tekanan perdagangan secara keseluruhan tetap dipertahankan. Produk yang ditambahkan atau tetap menghadapi tarif tinggi mencakup beberapa jenis keju, kendaraan segala medan, perahu bermotor, produk baja, aluminium, furnitur serta kertas.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer justru menyalahkan Kanada atas eskalasi terbaru. Washington mengatakan Ottawa memilih melakukan pembalasan ketika kedua negara sebelumnya hampir mencapai kesepakatan perdagangan.
“Presiden Trump akan terus menggunakan perangkat yang dimilikinya untuk membela kepentingan pekerja dan eksportir Amerika serta memulihkan resiprositas dalam hubungan perdagangan bilateral,” kata Greer dalam pernyataan yang dikutip Canadian Press pada Rabu, 9 September 2026.
Gedung Putih juga menuding Kanada terus melakukan diskriminasi terhadap perdagangan Amerika, khususnya di sektor kendaraan bermotor, produk susu dan minuman beralkohol. Ottawa membantah gambaran tersebut dan menyatakan tuntutan Washington dalam perundingan sebelumnya tidak adil serta dapat merugikan kepentingan pekerja dan perusahaan Kanada.
Di kalangan Republik sendiri, persoalan terbesar bukan hanya tarif sebagai instrumen perdagangan, tetapi dampaknya terhadap harga. Inflasi dan biaya hidup merupakan isu sensitif ketika pemilih Amerika bersiap menentukan kendali DPR dan Senat.
Jon McHenry, wakil presiden North Star Opinion Research Group yang pernah bekerja dalam kampanye gubernur Republik Ron DeSantis, menilai pengecualian seperti semen dan garam jalan dapat membantu kandidat Republik di tingkat lokal. Namun, menurut dia, beberapa pengecualian tidak mengubah persoalan politik utama yang muncul ketika perang dagang mendorong harga lebih tinggi.
“Jauh lebih mudah bagi Demokrat untuk mengatakan, ‘Oh, perang dagang lagi, ini menaikkan harga,’ dibandingkan bagi Republik untuk mengatakan, ‘Kami sedang melindungi pekerjaan Amerika,’” kata McHenry, sebagaimana dilaporkan Politico pada Rabu, 9 September 2026. Ia menilai perang dagang cenderung memberi sedikit keuntungan politik kepada Demokrat ketika harga sudah menjadi persoalan bagi masyarakat.
Brian Darling, pelobi yang sebelumnya bekerja untuk Senator Republik Rand Paul, juga mempertanyakan seberapa besar arti pengecualian sejumlah barang. Menurut dia, menghapus tarif terhadap satu produk tidak serta-merta menghilangkan beban yang ditimbulkan tarif terhadap banyak barang lain yang dibutuhkan masyarakat.
Kekhawatiran itu mempunyai dasar dalam opini publik. Survei Reuters/Ipsos yang diterbitkan pada 1 September 2026 menunjukkan hanya 20 persen warga Amerika mendukung tarif terbaru Trump terhadap barang Kanada, sedangkan 57 persen menentangnya.
Survei tersebut juga menemukan biaya hidup menjadi perhatian utama warga menjelang pemilu 3 November. Dengan situasi itu, tarif yang dapat meningkatkan harga menjadi isu yang berpotensi lebih sulit dipertahankan secara politik, khususnya di negara-negara bagian dengan persaingan ketat.
Partai Demokrat memanfaatkan situasi tersebut untuk menghubungkan kandidat Republik dengan kebijakan ekonomi Trump. Strategi itu terlihat di Maine, Michigan dan Ohio, tiga negara bagian yang memiliki hubungan perdagangan erat dengan Kanada sekaligus menjadi medan pertarungan penting pada pemilu Senat.
Di Maine, kandidat Demokrat Troy Jackson berusaha menjadikan tarif sebagai salah satu titik serang terhadap Collins. Namun, pemeriksaan fakta PolitiFact menunjukkan klaim Jackson bahwa Collins mendukung kebijakan tarif Trump secara keseluruhan tidak memberikan gambaran lengkap karena Collins beberapa kali justru memberikan suara menentang tarif Trump sejak 2025.
Dengan demikian, persoalan tarif menciptakan posisi yang tidak mudah bagi sebagian kandidat Republik. Mereka harus mempertahankan jarak dari kebijakan Trump yang tidak populer di daerahnya tanpa sepenuhnya berhadapan dengan presiden yang masih memiliki pengaruh besar di kalangan pemilih Republik.
Survei yang dilakukan Abacus Data terhadap 2.500 pemilih di Iowa, Michigan, Ohio, Maine dan South Carolina juga menemukan mayoritas besar responden memperkirakan tarif akan meningkatkan harga kendaraan. Di berbagai negara bagian tersebut, sekitar 60 hingga 67 persen responden memperkirakan kebijakan tarif akan membuat harga mobil dan truk yang dibayar konsumen meningkat.
Pengecualian yang diberikan Trump tidak berarti hubungan dagang kedua negara mulai mencair. Washington justru meningkatkan tekanan dengan mengumumkan larangan impor terhadap sejumlah produk Kanada yang akan mulai berlaku pada 29 September.
Larangan tersebut mencakup sebagian minuman beralkohol, beberapa produk susu dan sepeda motor Kanada. Trump juga mengarahkan pemerintah federal untuk membatasi akses produk Kanada terhadap kontrak pengadaan pemerintah AS.
Kanada, pada saat yang sama, belum menunjukkan tanda akan menarik tarif balasannya. Pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney berusaha mengurangi ketergantungan ekonomi kepada Amerika Serikat dan memperluas hubungan perdagangan dengan pasar lain setelah hubungan dua negara mengalami salah satu periode paling tegang dalam beberapa dekade.
Kondisi itu membuat pengecualian terhadap semen, garam jalan atau alat pancing hanya menjadi bagian kecil dari konflik yang jauh lebih luas. Tarif terhadap baja, aluminium, produk kehutanan, kendaraan dan berbagai barang lainnya tetap menjadi sumber ketegangan bagi bisnis di kedua sisi perbatasan.
Menjelang pemilu paruh waktu, persoalannya bagi Trump juga semakin jelas. Strategi tarif yang dimaksudkan untuk memaksa Kanada memberikan konsesi kini harus dijalankan sambil memastikan biaya perang dagang tersebut tidak berbalik menghantam konsumen dan kandidat Partai Republik sendiri.
Bagi Kanada, titik tekan itu justru merupakan bagian dari strateginya. Ottawa tidak memiliki kekuatan ekonomi sebesar Amerika Serikat, tetapi dengan memilih produk dan negara bagian yang sensitif secara politik, pemerintah Carney berusaha membuat biaya perseteruan terasa di tempat yang paling diperhatikan Washington menjelang pemungutan suara November.








