Banjarmasin,REDAKSI17.COM – Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, seorang guru SD bernama Lisna meninggal dunia setelah mengalami sesak napas, di tengah kabut asap yang menyelimuti kota pada akhir September.
Ia punya riwayat asma, yang menurut keluarganya, semakin sering kambuh selama periode tersebut.
“Tolong jagakan anak ulun (saya).� Itu pesan terakhir Lisna kepada ibunya, Marhamah, Sabtu malam (26/09).
Marhamah bilang serangan asma Lisna jauh lebih sering dibandingkan biasanya. Nebulizer yang sebelumnya hanya digunakan kira-kira sebulan sekali, terutama ketika Lisna kelelahan, saat itu hampir setiap hari digunakan.
“Tahun-tahun sebelumnya kabut asap tidak separah ini,� ujar Marhamah.
Hardiansyah, pengemudi ojek online di Palembang, Sumatra Selatan, mengeluh sesak napas saat bangun pagi pada Jumat (02/10) lalu. Asmanya kambuh.
Laki-laki 41 tahun itu sempat mendapat pemeriksaan di RSUD Palembang BARI. Tapi, nyawa Hardiansyah tak tertolong.
Istrinya bilang Hardiansyah punya riwayat asma sejak lahir.
Kabut asap akibat karhutla membuat Hardiansyah berkali-kali kesulitan bernapas. Dia juga batuk dan mengeluhkan gatal di tenggorokan.
Kondisi asma Hardiansyah sempat memburuk pada 15 September, saat kabut asap pekat di Kota Palembang. Waktu itu, asmanya bisa teratasi dengan konsumsi obat dan inhaler dari dokter.