Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kustomfest menggelar Charity Ride for 270 di Balai Kota Yogyakarta, Minggu (11/10/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan pecinta sepeda motor ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta sekaligus menggalang solidaritas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui rangkaian kegiatan amal yang dimulai sejak Selasa (6/10/2026), donasi yang dihimpun bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta mencapai Rp1.029.400.000. Dana tersebut akan digunakan untuk program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) dan bantuan biaya pendidikan bagi warga kurang mampu.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang diusung dalam peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta melalui tema Otentik dan Konkret.
“Kalau otentik, Kota Yogyakarta punya semangat gotong royong Segoro Amarto. Konkret berarti semangat itu harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui gotong royong yang kita lakukan hari ini,” ujarnya.
Hasto juga mengapresiasi penyelenggaraan Kustomfest yang memasuki tahun ke-15 pada 2026. Menurutnya, Kustomfest turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memberikan dampak terhadap berbagai sektor, termasuk pariwisata dan usaha masyarakat.
Ia menilai, kolaborasi Kustomfest dengan Pemkot Yogyakarta dalam rangka HUT ke-270 menjadi kesempatan untuk memperluas manfaat kegiatan kreatif melalui aksi sosial.
“Melalui kolaborasi bersama Kustomfest, semangat otentik berupa gotong royong kita wujudkan dalam aksi konkret yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Dari kebersamaan dalam Charity Ride for 270 ini, terkumpul lebih dari Rp1 miliar,” tambahnya.
Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi menjelaskan, Charity Ride for 270 merupakan program khusus dalam perayaan Kustomfest ke-15 yang dikolaborasikan dengan Pemkot Yogyakarta. Gagasan tersebut lahir dari serangkaian diskusi untuk menghadirkan kegiatan berkendara yang tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya komunitas motor, tetapi juga memberikan manfaat sosial.
Program tersebut kemudian dikembangkan melalui Charity Night atau malam amal yang digelar beberapa hari sebelumnya di Hotel Fortuna. Penggalangan dana terus berlanjut setelah acara tersebut sehingga jumlah donasi yang terkumpul bertambah.
“Harapannya, program ini bisa terus berlanjut. Dana yang terkumpul akan diwujudkan melalui bedah rumah dan bantuan pendidikan sehingga kolaborasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Lulut.
Menurutnya, kegiatan kali ini juga memiliki pengalaman berbeda karena rombongan peserta berkendara menuju Balai Kota Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian acara. Ia mengapresiasi dukungan Wali Kota Yogyakarta yang turut memberikan ruang bagi komunitas motor untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta Abd. Samik menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penggalangan dana. Menurutnya, bantuan tersebut akan diarahkan kepada warga yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki rumah maupun memenuhi biaya pendidikan.
“Dana ini akan membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan memperbaiki rumah. Selain itu, ada anak-anak yang kesulitan membayar biaya sekolah, bahkan kebutuhan tugas sekolah. Bantuan pendidikan ini diharapkan dapat menjangkau warga kurang mampu, mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi,” jelasnya.
Samik juga mengajak masyarakat untuk turut menyampaikan informasi mengenai warga yang membutuhkan bantuan agar dapat ditindaklanjuti oleh BAZNAS Kota Yogyakarta.
Melalui Charity Ride for 270, Pemkot Yogyakarta berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan tidak hanya memeriahkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.