Hal ini terungkap saat Rosan ikut serta mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto untuk meresmikan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis IWIP.
Mengutip unggahan akun Instagram resmi @danantara.indonesia, Minggu (11/10/2026), Prabowo turut menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata strategi hilirisasi Indonesia yang akan terus berlanjut.
Di sisi lain, Danantara menilai bahwa perjalanan industri ini juga menyangkut masyarakat yang tumbuh bersama kawasan tersebut. Danantara menyatakan siap bersinergi dengan investor, pemerintah daerah, dan BUMN agar pengembangannya memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Adapun kawasan IWIP memiliki 11 proyek strategis dengan nilai investasi mencapai sekitar USD10,3 miliar, atau setara Rp184 triliun. Kawasan industri ini dikembangkan melalui berbagai tahapan dalam satu ekosistem industri. Mulai dari pengolahan mineral, pemurnian nikel, hingga pengembangan bahan baku baterai.
Kawasan IWIP ini dibangun sebagai ekosistem industri terintegrasi dari sumber daya alam menuju industri bernilai tambah. Dengan hilirisasi yang didorong menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam indonesi, untuk menciptakan produk industri bernilai tambah.
Menurut Danantara, kehadiran kawasan industri terintegrasi tersebut menunjukan langkah Indonesia dalam bertransformasi, dari penghasil sumber daya mineral menjadi produsen produk industri berteknologi tinggi yang menembus pasar global.








