Satu Jiwa, Satu Rasa: Warga Kulon Progo Diajak Ikut Wujudkan Daerah yang Sejahtera

Image Berita

KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Seluruh warga Kulon Progo diajak ikut mengambil peran dalam mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, berbudaya, dan berkelanjutan.

Ajakan itu disampaikan Bupati Kulon Progo Dr. H. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M. dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kulon Progo untuk memperingati Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo di Gedung DPRD, Kamis Kliwon (15/10/2026).

Rapat juga dihadiri Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMD, serta Ketua dan anggota DPRD Kulon Progo.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Satu Jiwa, Satu Rasa, Dari Kulon Progo untuk Indonesia”. Agung menjelaskan, “Satu Jiwa” melambangkan semangat kebersamaan. Menurutnya, masyarakat boleh berbeda latar belakang, profesi, pemikiran, dan peran, tetapi tetap memiliki tujuan yang sama.

Adapun “satu rasa” mencerminkan kepedulian dan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran.

Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah bukan hanya urusan pemerintah.

“Kemajuan Kulon Progo bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten, tetapi juga tanggung jawab seluruh warga masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, makna “Dari Kulon Progo untuk Indonesia” menegaskan bahwa setiap karya, inovasi, potensi, dan prestasi yang lahir dari Kulon Progo dapat menjadi kontribusi daerah bagi bangsa dan negara.

Di usia ke-75, kata Agung, Kulon Progo telah meraih banyak prestasi dan kemajuan. Meski begitu, ia mengakui masih banyak tantangan yang harus diselesaikan bersama untuk mewujudkan cita-cita masyarakat. Pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, lanjutnya, diupayakan melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan, dan program prioritas lainnya.

“Masih banyak persoalan dan bahkan hambatan yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

Dalam sambutannya, Agung juga mengajak hadirin mengenang perjalanan berdirinya Kulon Progo dan menghormati para sesepuh serta tokoh yang berjuang untuk daerah ini.

“Hari ini adalah hari yang baik untuk memberi penghormatan kepada para sesepuh dan tokoh yang telah berjuang dan berkorban, baik harta, tenaga, maupun pikiran, demi mewujudkan Kabupaten Kulon Progo hingga seperti sekarang,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa sejarah berdirinya Kulon Progo tidak lepas dari titah Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam VIII. Kedua tokoh itu menyatukan Kabupaten Kulon Progo yang berpusat di Sentolo dengan Kabupaten Adikarto yang berpusat di Wates. Hasil penyatuan itu adalah Kabupaten Kulon Progo dengan pusat pemerintahan di Kota Wates.

“Tanpa titah dari kedua beliau, tidak akan ada peristiwa berdirinya Kabupaten Kulon Progo dengan pusat pemerintahan di Wates hingga sekarang dan seterusnya,” tuturnya.

Sebagai bentuk penghormatan, rangkaian peringatan hari jadi tahun ini diawali dengan ziarah ke makam Saptorenggo di Imogiri dan Girigondo di Kaligintung, Temon. Bupati berharap generasi sekarang dan mendatang dapat memahami sejarah dan asal-usul berdirinya Kulon Progo.

Ia juga menggambarkan Kulon Progo seperti pohon besar yang tegak dengan akar menghujam kuat ke bumi. Dahan, daun, dan buahnya memberi keteduhan dan ketenteraman bagi siapa pun yang berada di bawahnya.

Agung menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kulon Progo yang telah bersatu padu mendukung upaya memajukan daerah. Ia juga mengapresiasi DPRD yang telah membangun kemitraan yang baik dengan kepala daerah.

Menurutnya, capaian Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tidak lepas dari dukungan kinerja DPRD yang baik. Ia optimistis pimpinan dan anggota DPRD akan terus memperkuat kemitraan tersebut ke depan.

Di akhir sambutan, Bupati mengucapkan selamat atas hari jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo dan berdoa agar Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah bagi seluruh masyarakat.

Source: media center