41 Ribu Suara Gemakan Al-Qur’an dalam Muqodaman Gerakan Kulon Progo Mengaji

KULON PROGO,REDAKSI17.COM — Suasana khidmat, penuh kesejukan, dan sarat makna menyelimuti Aula MAN 2 Kulon Progo. Sebanyak lebih dari 41.000 pelajar dari kurang lebih 490 sekolah di Kulon Progoserta partisipasi istimewa dari SMP Negeri 2 Sidamulih, Pangandaran, Jawa Barat tumpah ruah menyatukan suara dalam agenda Muqodaman Gema Al-Qur’an Gerakan Kulon Progo Mengaji (GKM).
Diselenggarakan secara hybrid luring di Aula MAN 2 Kulon Progo, daring melalui sambungan Zoom, serta disiarkan secara langsung di kanal @kulonprogo TV perhelatan akbar ini menjadi kado spiritual yang istimewa bagi bumi Binangun tercinta di usianya yang ke-75 tahun. (16/10/2026)
Acara penuh berkah ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting daerah, di antaranya Kepala Balai Dikmen Kabupaten Kulon Progo Heru Santosa, S.P., M.Eng; Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Drs. Nur Wahyudi, M.M.; Ketua PGRI Kulon Progo Drs. Agus Sutik Dwiartanta, M.Pd.; perwakilan jajaran OPD terkait; serta perwakilan Baznas Kulon Progo.
Sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membangun peradaban dan moral bangsa, Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., secara resmi membuka program strategis Gerakan Kulon Progo Mengaji (GKM) di hadapan para tokoh agama, guru, tenaga kependidikan, dan ribuan pelajar, yang disela
Dalam arahannya, Agung Setyawan menekankan bahwa pembangunan fisik daerah harus berjalan seiring dengan pembangunan jiwa (spiritualitas). Kebijakan ini dirancang sederhana namun berdampak jangka panjang, seperti mewajibkan pembiasaan membaca Al-Qur’an meski dimulai dari satu ayat setiap hari saat memasuki kelas atau kantor.

“Dengan meningkatnya kualitas spiritualitas masyarakat, kita membawa perubahan yang cukup berarti karena manusia senantiasa ingat kepada hubungannya dengan Allah Subhanahu wa taala, serta berhati-hati dalam menjaga hubungan antarsesama manusia,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan pentingnya penanaman karakter sejak dini agar anak-anak didik di Kulon Progo memiliki ketahanan moral yang kuat. “Kita tanamkan sejak kecil, maka besar harapan saya anak-anak kita terselamatkan dan menjadi generasi yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin besar di masa depan karena diberikan landasan spiritualitas yang kuat,” tegasnya.
Dalam momen yang humanis, Agung juga mengajak para pelajar untuk bangkit berdiri dan menyampaikan rasa terima kasih kepada guru-guru mereka.
Ketua Gerakan Kulon Progo Mengaji (GKM), H. Ilyasin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan ikhtiar berkelanjutan untuk mencetak generasi yang cinta Al-Qur’an.
“Visi dan misi kami adalah membumikan Al-Qur’an serta mengupayakan agar gema Al-Qur’an benar-benar terwujud di Kulon Progo. Kami berharap agenda Muqodaman ini dapat terus istiqomah dilaksanakan sepanjang tahun, setidaknya menjadi tradisi tahunan yang seirama dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo,” tutur H. Ilyasin.
Ia turut menaruh harapan agar semangat kebaikan ini tidak berhenti di tingkat lokal, tetapi juga menular ke daerah lain.
“Kami berharap aktivitas dan amalan mulia ini bisa memberikan imbas positif ke sekolah-sekolah maupun daerah lain. Dengan demikian, cita-cita besar kita bersama untuk mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan senantiasa dinaungi berkah Al-Qur’an betul-betul dapat terwujud,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Kulon Progo, H. M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur lahiriah semata.

“Kita bangga Kulon Progo punya jalan yang bagus, infrastruktur yang mumpuni, dan fasilitas yang tak kalah dari daerah lain. Namun, di balik itu semua, kita harus menyiapkan fondasi spiritual yang kokoh. Pembangunan fisik harus seiring sejalan dengan pembentukan akhlak dan karakter mulia,” pesannya.
Ia juga memaparkan tiga pilar utama pendidikan karakter yakni nilai religius, komitmen kebangsaan, dan nilai budaya luhur Yogyakarta serta tiga langkah nyata menggerakkan GKM: Cintai Al-Qur’an, Gali Hikmahnya, dan Amalkan Isinya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sinergi lintas instansi, dunia pendidikan, dan masyarakat luas yang disaksikan langsung melalui layar kaca Kulon Progo TV, perayaan HUT ke-75 Kabupaten Kulon Progo ini diharapkan mampu mewujudkan daerah yang aman, nyaman, tentram, serta senantiasa diberkahi sebagai negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Source: media center

