Pelajar Kota Yogya Reresik Sungai dan Jaga Lingkungan

UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Ribuan pelajar dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti kegiatan Gelar Pelajar dan Pemuda Kota Yogyakarta kolaborasi Gerakan Reresik Sekolah yang berlangsung di SMP Negeri 10 Yogyakarta, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan ini diisi dengan aksi kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan kawasan sungai. Para pelajar bergotong royong membersihkan area sepanjang Jalan Tritunggal, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo hingga kawasan tepi timur Sungai Gajah Wong. Aksi bersih-bersih sungai juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan kelestarian sungai di Kota Yogyakarta.
Kegiatan tersebut melibatkan pelajar dari TK Gajah Wong, TK Bintang, SD Negeri Pabelan, SD Negeri Pakel, SMP Negeri 10 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta, dan SMP Negeri 4 Yogyakarta.
Selain aksi kebersihan, kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dari para pelajar. Mulai dari pertunjukan band pelajar, tari tradisional, hingga drum band turut menyemarakkan acara. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan potensi serta kreativitas di bidang seni dan musik, sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori, mengajak para pelajar membiasakan perilaku hidup bersih sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan ruang kelas, toilet, dan kamar mandi, serta tidak membuang sampah sembarangan. “Anak-anak, tolong kita bersama menjaga kebersihan. Jaga kebersihan di ruang kelas, di toilet, di kamar mandi, baik yang ada di sekolah maupun yang ada di rumah. Jangan buang sampah sembarangan. Tempatkanlah sampah pada tempatnya,” jelasnya.
Selain menekankan pentingnya kebersihan, Budi juga memotivasi para pelajar agar tekun belajar, mematuhi nasihat guru dan orang tua, serta berusaha meraih cita-cita.

“Keberhasilan tidak dapat diperoleh tanpa usaha dan doa. Karena itu, mari para siswa untuk terus meningkatkan semangat belajar agar dapat melanjutkan pendidikan sesuai dengan harapan dan impian masing-masing,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Deni Sudaryanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata.
“Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya cukup diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Anak-anak belajar menjaga Kota Yogyakarta dimulai dari hal-hal kecil, menjaga kebersihan, peduli lingkungan, dan bekerja sama dengan semangat gotong royong,” ujarnya.
Ia berharap, kebiasaan positif yang dibangun melalui kegiatan ini dapat terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 10 Yogyakarta, Edy Thomas Suharta menegaskan, bahwa aksi membersihkan sungai memiliki makna lebih luas daripada sekadar memungut sampah. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya merawat sejarah dan budaya yang melekat pada kehidupan masyarakat Kota Yogyakarta.
“Kami berharap aksi bersih sungai tidak berhenti setelah kegiatan seremonial selesai. Lingkungan yang bersih, kata dia, dapat mendukung terciptanya suasana yang aman dan nyaman sehingga berdampak positif terhadap proses pembelajaran,”ujarnya.

Edy juga mengajak seluruh warga sekolah untuk menjaga dan merawat fasilitas pendidikan yang telah disediakan pemerintah. “Melalui Gelar Pelajar dan Pemuda Kota Yogyakarta ini harapannya, para pelajar terus semangat gotong royong, peduli terhadap lingkungan, kreativitas, dan kedisiplinan agar dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari para pelajar,” jelasnya.

