Reresik Kali Code, Pemkot dan Kemenag Ajak Santri Rawat Lingkungan

Gondomanan,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Reresik Kali Code di kawasan Taman Perwira, Prawirodirjan, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 sekaligus mendukung gerakan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Yogyakarta.
Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta Ahmad Shidqi mengatakan, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus meneruskan semangat pengabdian melalui kegiatan positif bagi masyarakat.

Pihaknya menyampaikan peringatan Hari Santri 2026 di Kota Yogyakarta diisi dengan dua kegiatan utama, yakni Reresik Kali Code dan apel Hari Santri yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 di Balai Kota Yogyakarta.
“Keterlibatan santri dalam aksi bersih sungai merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Sebab upaya menjaga lingkungan, menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkan kota yang nyaman dan layak huni,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengapresiasi keterlibatan jajaran Kemenag dan para santri dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut aksi Reresik Kali Code sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas gerakan kebersihan, mulai dari kawasan jalan hingga lingkungan sungai.
Ia menjelaskan, penanganan kebersihan di Kota Yogyakarta dilakukan secara bertahap. Setelah penataan sejumlah titik di pinggir jalan dan penanganan sampah liar, kegiatan kini menyasar sungai sebagai bagian penting dari lingkungan perkotaan.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan kebersihan sungai. Ada tiga sungai di Kota Yogyakarta yang menjadi perhatian dan kita bersihkan. Untuk Kali Code, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan sungai bersih dan lingkungan di sekitarnya semakin baik,” jelasnya.

Rajwan memaparkan, penanganan Kali Code dilakukan dalam beberapa segmen. Pekerjaan sebelumnya mencakup kawasan dari Hutan Tenteram hingga Jembatan Kewek, kemudian berlanjut dari Jembatan Kewek ke arah selatan hingga kawasan dekat Hotel Amalia. Kegiatan berikutnya menyasar segmen dari Jembatan Sayidan ke arah selatan sampai perbatasan kota.
Menurutnya, kebersihan sungai tidak hanya berkaitan dengan pengurangan sampah, tetapi juga berpotensi mendukung pengembangan kawasan sebagai ruang publik dan destinasi wisata. Penataan lingkungan di sekitar sungai diharapkan dapat membuat kawasan tersebut lebih nyaman bagi warga.
“Harapannya, sepanjang Kali Code bisa menjadi kawasan yang bersih, asri, dan menyenangkan. Sungai yang sebelumnya terkesan kumuh dapat ditata menjadi ruang yang lebih baik, sehingga masyarakat tidak lagi membelakangi sungai, tetapi justru menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Salah satu santri Pondok Pesantren Modern Baitussalam, Ansyah, mengungkapkan keterlibatannya dalam aksi Reresik Kali Code menjadi pengalaman tersendiri. Turun langsung membersihkan sungai memberinya kesempatan untuk berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus mempraktikkan nilai kepedulian sosial yang dipelajari di lingkungan pesantren.
“Ini menjadi pembelajaran bagi kami, pengabdian kepada masyarakat bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga kebersihan sungai. Semangat Hari Santri harus diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Ansyah.

