Laga PSS-Persebaya Diselimuti Duka
Surabaya,REDAKSI17.COM – Rivalitas dan riuh teriakan di Stadion Gelora Bung Tomo sore ini sejenak hening. Kebanggaan dan hiruk pikuk di tribun mendadak terasa tak lagi berarti saat pita hitam terikat di lengan para pemain yang berlaga.
​Laga antara Persebaya Surabaya dan PSS Sleman resmi dibuka dengan hening cipta (one minute silence). Seluruh isi stadion menundukkan kepala, memanjatkan doa terbaik untuk empat saudara suporter Super Elja yang menghembuskan napas terakhir dalam kecelakaan tragis di Tol Madiun, Minggu (18/10) pagi.
​Keluarga besar Bonek Mania turut berbelasungkawa atas berpulangnya Sleman Fans.
Tragedi ini mengetuk rasa kemanusiaan di atas rivalitas lapangan. Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya bergerak cepat menyiapkan bentuk penghormatan dan empati mendalam.
​”Kami turut prihatin dengan musibah ini. Sebelum pertandingan ada one minute silence, dan kedua tim mengenakan pita hitam,” ujar Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman.
​Kapolres Madiun, AKBP Ridwan Maliki, mengonfirmasi empat korban jiwa dari sembilan penumpang dalam rombongan minibus tersebut. Satu gugur di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya menyusul saat perjuangan perawatan medis.
​Hari ini, sepak bola kembali mengingatkan kita pada hakikat terbesarnya: Kemanusiaan berada jauh di atas sepak bola. Tak ada satu pun pertandingan atau trofi yang seharga dengan nyawa manusia.
​Di balik duka yang menyelimuti Sleman, doa dan simpati mengalir hangat dari Surabaya dan seluruh penjuru negeri. Selamat jalan para pengawal kebanggaan, dedikasi dan cinta kalian untuk klub akan senantiasa abadi.
​

