Di luar ketiga poros tersebut, Adi menilai ketua umum partai politik lain, seperti Golkar, NasDem, PKS, PAN, PKB, dan partai lainnya, saat ini lebih tepat disebut sebagai faksi. Terlebih, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.
Keputusan tersebut membuka ruang bagi partai politik yang memiliki kursi di parlemen untuk mengusung kandidat masing-masing pada Pilpres 2029. Adi pun menilai partai-partai di luar Gerindra sebenarnya sudah memiliki peluang untuk mengajukan calon sendiri.
“Partai politik yang saat ini ada di parlemen, di luar Gerindra, partai lain ini sebenarnya sudah punya golden ticket untuk memajukan calon-calon lainnya,” katanya dalam tayangan YouTube, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Meski peluang pencalonan semakin terbuka, Direktur Parameter  Politik Indonesia itu melihat partai-partai tersebut belum terburu-buru membicarakan kandidasi ataupun mengajukan nama yang akan bersaing dalam Pilpres 2029.
Di tengah dinamika itu, hubungan antara Poros Solo dan Poros Cikeas juga menjadi bahan spekulasi. Kedua poros tersebut berpotensi menjalin kerja sama, berhadapan langsung dalam persaingan politik, atau sama-sama mengincar posisi calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo.
Kendati demikian, Adi mengingatkan bahwa peta politik menuju 2029 masih sangat dinamis. Ia meyakini posisi Prabowo sebagai petahana yang berpeluang kembali maju dalam kontestasi lima tahunan tersebut memberikan keuntungan tersendiri.
“Politik kita bergerak cukup dinamis dan saya meyakini posisi Prabowo sebagai petahana akan maju kembali untuk kedua kalinya tentu relatif akan mudah untuk memenangkan pertarungan,” ujarnya.
Menurut Adi, keuntungan petahana tidak hanya terletak pada jabatan yang sedang diemban, tetapi juga pada dukungan instrumen politik, jaringan, serta tim sukses dan tim pemenangan yang telah dimiliki.
“Karena sejarahnya di negara kita, petahana yang maju kembali kedua kalinya memiliki segala instrumen kekuatan politik, networking, tim sukses dan tim pemenangan yang rasanya jauh lebih sulit dibandingkan dengan kubu yang lain,” pungkasnya.








