
Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Fenomena maraknya judi online, paham radikalisme, hingga jeratan pinjaman online (pinjol) yang mencancam generasi muda menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan program Kesbangpol Goes To School yang kali ini menyasar ke MTs Negeri 3 Kulon Progo, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Senin (19/10/2026). Para pelajar diimbau untuk memperkuat benteng moral menolak tegas judi online, pinjol, dan paham radikalisme.
Hal ini disampaikan dalam upacara bendera Senin pagi yang dirangkai dengan kegiatan edukasi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo, Triyono, sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan guru MTsN 3 Kulon Progo, serta dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo, Panewu Nanggulan, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulon Progo.
Dalam amanatnya, Sekda Kulon Progo, Triyono, menegaskan bahwa judi online dan radikalisme merupakan ancaman nyata yang dapat merusak karakter, akhlak, serta mentalitas para pelajar. Ia mengingatkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari Deklarasi Pelajar Kulon Progo Anti Judi Online dan Radikalisme.

“Upacara hari ini memiliki makna yang sangat penting, karena merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Pelajar Kulon Progo Anti Judi Online dan Radikalisme, yang telah kita laksanakan bersama pada hari Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Aula Adikarto Kabupaten Kulon Progo” jelas Triyono.
Selain judi online dan radikalisme, fenomena pinjaman online yang dipicu oleh pola hidup konsumtif juga menjadi perhatian serius yang perlu diwaspadai sejak dini oleh kalangan remaja.
“Gaya hidup hedon sering kali mendorong anak muda untuk memaksakan diri, ingin mengikuti tren, ingin diakui, ingin terlihat ‘wah’, hingga akhirnya terjerumus pada pinjaman online atau pinjol. Awalnya mungkin terlihat mudah dan cepat, tetapi pada akhirnya justru menjerat, hingga menghancurkan masa depan,” tambahnya.
Kepala MTs Negeri 3 Kulon Progo, Siti Suwarni, menyambut baik edukasi langsung yang diberikan kepada para siswanya. Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya judi online, radikalisme, dan pinjol sangat penting sebagai langkah preventif agar para siswa tidak terpengaruh oleh tren negatif di luar sekolah.
“Alhamdulillah, tadi amanat dari Bapak Sekda sangat bermanfaat bagi anak didik kami terkait dengan radikalisme, kemudian ada judi online, yang sekarang ini sangat, sehingga tadi dengan kunjungan dari Bapak Sekda, insya Allah nanti akan memberikan manfaat bagi anak-anak kami” tutur Siti Suwarni.
Siti Suwarni memastikannya bahwa hingga saat ini lingkungan MTsN 3 Kulon Progo masih terjaga kondusif dari ancaman-ancaman tersebut.
“Sejauh ini belum ada kasus seperti itu disini, dan mudah-mudahan nanti kedepannya juga tetap tidak ada, kenakalannya di sini pun saya kira masih cukup wajar saja, ya seperti anak muda yang lainnya. Tapi kalau untuk arah ke judi online, kemudian pinjol, kemudian itu radikalisme, insya Allah tidak ada,” jelas Siti.
Melalui edukasi dan pendampingan yang terus berkesinambungan di sekolah-sekolah, diharapkan para pelajar di Kabupaten Kulon Progo mampu membentengi diri dari pengaruh negatif media sosial dan gaya hidup instan, serta tumbuh menjadi generasi yang beriman, cerdas, produktif, dan berintegritas.
Source: media center





