Sebuah motor listrik terbakar saat demonstrasi berujung ricuh di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 22 Oktober 2026. (Beritasatu.com/Irfandi)
Makassar,REDAKSI17.COM – Demonstrasi memperingati 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2026) malam, berujung ricuh. Satu unit sepeda motor listrik terbakar hingga menyisakan rangka, sementara polisi mengamankan satu orang dari lokasi kejadian.
Kericuhan terjadi di Pintu 1 Kampus Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Peristiwa tersebut sempat terekam dalam video amatir yang kemudian beredar di media sosial.
Aksi demonstrasi awalnya berlangsung kondusif. Namun, situasi memanas menjelang waktu magrib, setelah sebagian besar peserta demonstrasi membubarkan diri. Sekitar 30 orang disebut masih bertahan di lokasi.
Dalam insiden tersebut, sepeda motor listrik terbakar. Petugas keamanan kampus juga dilaporkan mendapat serangan menggunakan batu dan busur.
Sekretaris Universitas Hasanuddin, Profesor Amiruddin, mengatakan pihak kampus sejak awal memfasilitasi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Bahkan, jajaran pimpinan kampus turun langsung untuk mendampingi jalannya demonstrasi.
“Kami tidak ada niat untuk menghalangi mereka beraktivitas. Kami memfasilitasi dari awal mereka beraktivitas untuk menyampaikan orasi. Bahkan, semua pimpinan turun untuk mendampingi,� ujarnya.
Menurut Amiruddin, sebagian besar massa telah meninggalkan lokasi menjelang magrib. Hanya sejumlah orang yang masih bertahan ketika situasi mulai memanas.
Ia juga menegaskan sepeda motor listrik yang terbakar bukan milik Unhas, melainkan milik mitra operasional kampus.
“Itu milik mitra,” katanya.
Pihak kampus menduga terdapat oknum mahasiswa yang terlibat dalam tindakan perusakan secara individual di luar koordinasi resmi lembaga kemahasiswaan. Namun, dugaan keterlibatan tersebut masih perlu ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan.
Unhas menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian. Terkait kemungkinan sanksi akademik, pihak kampus masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dan akan menentukan langkah berdasarkan tingkat pelanggaran serta peraturan yang berlaku.
Kepala Bagian Operasi Polrestabes Makassar, Kompol Eddy Sumantri, membenarkan bahwa polisi telah menangkap satu orang dari lokasi kericuhan.
“Ada satu orang yang ditangkap, saat ini sudah dibawa ke polrestabes. Kita belum tahu, dalam proses penyelidikan, apakah mahasiswa atau pihak lain,� ujarnya.
Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam provokasi dan perusakan.
Eddy menjelaskan, kericuhan bukan berupa bentrokan langsung antara demonstran dan polisi, melainkan melibatkan petugas keamanan kampus.
“Bentrok dengan petugas tidak ada, yang ada itu bentrok dengan pihak security di dalam. Setelah bubaran tadi mereka masuk, tetapi mungkin mereka tidak terima dengan pihak security yang akan menutup pintu gerbang. Alhamdulillah kondisi saat ini kondusif,� tandasnya.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab kericuhan dan pihak yang bertanggung jawab atas terbakarnya sepeda motor listrik tersebut.








