
KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen menjadi daerah inklusif dengan memberikan pelayanan kesehatan secara adil dan setara bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, saat meninjau Kegiatan Jaminan Kesehatan Khusus Terpadu (JKT) Bagi Penyandang Disabilitas di Exhibition Hall Taman Budaya Kulon Progo (TBK), Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Kulon Progo dengan Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos) Pemda DIY untuk memastikan seluruh penyandang disabilitas mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara optimal.

“Ini adalah wujud nyata dari kesetaraan layanan. Harapan saya, seluruh warga penyandang disabilitas dapat memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan khusus ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Agung.
Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 79 peserta asal Kulon Progo telah terdaftar sebelumnya dan menerima pelayanan. Selain itu, terdapat 4 peserta susulan yang mendaftar langsung di lokasi (on the spot), yaitu 3 orang dari Kabupaten Bantul dan 1 orang dari Kota Yogyakarta. Para peserta dari luar daerah tersebut tetap dilayani karena belum sempat mengikuti kegiatan serupa di wilayah masing-masing.
Agung menegaskan bahwa sistem pelayanan Jamkesos ini bersifat fleksibel dan saling mendukung antarwilayah di DIY. Jika ada warga penyandang disabilitas asal Kulon Progo yang terlewat jadwal di daerahnya, mereka tetap berhak mengakses layanan di kabupaten/kota lain di wilayah DIY.
“Saya pastikan warga bisa mengakses layanan di daerah lain jika terlewat jadwal di Kulon Progo. Dinas Sosial siap memfasilitasi informasi, berkoordinasi, bahkan mengantarkan warga ke lokasi kegiatan jika diperlukan. Hari ini para peserta sangat senang, terutama atlet NPC (National Paralympic Committee) yang memanfaatkan layanan ini untuk memperbaiki kursi roda maupun alat bantu kaki palsu mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kepesertaan Jaminan Kesehatan Sosial Bapel Jamkesos DIY, Enaryaka, menjelaskan bahwa JKT merupakan kegiatan rutin tahunan di lima kabupaten/kota se-DIY. Pada penyelenggaraan Oktober 2026 ini, Kulon Progo bertindak sebagai tuan rumah.
Enaryaka memaparkan bahwa Bapel Jamkesos DIY memiliki program inovasi unggulan bernama “Gadis Manis” (Jaga Disabilitas Masalah Kronis). Program ini ditujukan bagi penerima manfaat disabilitas dengan menerapkan sistem pelayanan terpadu satu pintu (one-stop service).
“Pola satu pintu ini berarti seluruh tahapan pemeriksaan mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital (vital signs), dokter umum, dokter spesialis, hingga skrining TORCH tersedia lengkap di satu lokasi,” terangnya.
Selain pemeriksaan medis, Bapel Jamkesos menghadirkan mitra penyedia alat bantu seperti YAKKUM dan UCP (United Cerebral Palsy). Kehadiran mitra ini mempermudah peserta yang membutuhkan penanganan medis untuk langsung memperoleh atau memperbaiki alat bantu seperti kursi roda, kaki palsu, maupun tangan palsu.
Untuk memastikan seluruh penyandang disabilitas dapat menjangkau lokasi kegiatan, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Kulon Progo, Ernawati Sukeksi, menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan jemput bola bagi warga yang mengalami kendala mobilitas maupun transportasi.
“Bagi penyandang disabilitas yang tidak memiliki sarana transportasi atau pendamping untuk hadir di TBK, Dinas Sosial siap menjemput dan mengantar mereka. Kami berkolaborasi dengan jaringan ambulans gratis di Kulon Progo serta didukung penuh oleh relawan Tagana,” ungkap Ernawati.
Ia berharap kemudahan akses ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga seluruh penyandang disabilitas di Kulon Progo maupun DIY mendapatkan hak jaminan kesehatan dan alat bantu yang memadai.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Mariyah, salah satu orang tua asal Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh, yang hadir mendampingi anaknya, mengaku sangat bersyukur bisa memperoleh layanan kursi roda untuk buah hatinya.
“Saya sangat bersyukur dan alhamdulillah sekali bisa berpartisipasi dalam acara Jamkesus Terpadu ini. Harapan saya, acara ini ke depan semakin maju, sukses, dan terus membantu anak-anak difabel lainnya,” pungkasnya.
Source: media center






