Beranda / Ekonomi dan Bisnis / Harga Ayam Sulit Turun, Pedagang Ungkap Biang Keroknya

Harga Ayam Sulit Turun, Pedagang Ungkap Biang Keroknya

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Jakarta,REDAKSI17.COM – Harga daging ayam di sejumlah pasar di Jakarta masih tinggi. Pedagang menyebut harga ayam sulit kembali ke level normal sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan pantauan detikcom di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026), harga ayam potong dijual bervariasi mulai dari Rp 38.000, Rp 45.000, hingga Rp 50.000 per ekor. Harga tersebut bergantung pada ukuran ayam yang dijual pedagang.

Salah satu pedagang ayam, Herli, mengatakan harga ayam sebenarnya sudah mengalami penurunan setelah sempat naik. Namun menurutnya, harga saat ini masih lebih tinggi dibandingkan kondisi normal sebelum adanya program MBG.

“Kemarin naik, cuma sekarang turun tapi turunnya nggak standar. Kalau standar kan di bawah harga yang ini. Emang udah lama pas kebijakan MBG keluar, set (harganya) langsung ke atas, nggak bisa lagi turun kayak dulu,” kata Herli saat ditemui detikcom.

Herli menduga program MBG turut memengaruhi pergerakan harga ayam di pasaran. Ia mencontohkan harga ayam yang sempat turun drastis ketika memasuki masa libur sekolah.

“Kemarin pas libur anak sekolah turun drastis, jadi ya mau tidak mau ya pasti dari situ. Emang perekonomian kayaknya ada perubahan setelah adanya MBG,” ujarnya.

Selain harga yang masih tinggi, Herli menyebut ukuran ayam yang dijual juga semakin kecil. Kondisi tersebut membuat sejumlah konsumen mengeluhkan harga yang tidak sebanding dengan ukuran ayam yang dibeli.

Menurutnya, kenaikan harga ayam menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran merupakan hal yang biasa. Namun, ia mempertanyakan harga ayam yang tetap tinggi meskipun tidak sedang memasuki periode tersebut.

“Kalau Lebaran harga naik kan udah biasa sebenarnya. Yang jadi masalah itu kok hari-hari biasa malah naik,” tuturnya.

Sementara d Pasar Tebet Timur, harga ayam terpantau berada di kisaran Rp 36.000 per ekor. Ia menilai harga tersebut masih tergolong normal dengan kondisi pasokan yang aman.

Harga Daging Sapi Belum Turun

Di pasar Tebet Barat, pedagang daging sapi bernama Badri mengatakan harga daging sapi dijual bervariasi mulai dari Rp 160.000 hingga Rp 180.000/kg. Menurutnya, harga tersebut masih tergolong normal dan tidak mengalami perubahan berarti.

Badri juga memastikan pasokan daging sapi masih aman. Ia mengaku tidak mengalami kendala dalam memperoleh barang dagangan.

Senada, pedagang daging sapi di Pasar Tebet Timur bernama Rio mengungkapkan harga daging berada pada Rp 160.000/kg sampai Rp 180.000/kg. Harga tersebut naik dari sebelumnya Rp 150.000/kg dan belum mengalami penurunan sejak Idul Adha.

“Sekilo Rp 160.000, naik ini, sebelumnya Rp 150.000. Naik dari Lebaran Haji, belum turun sampai sekarang,” ungkap Rio.

Rio menjelaskan harga daging sapi memang berbeda-beda bergantung pada jenis potongannya, seperti has dalam atau tenderloin. Adapun pasokan daging yang dijualnya berasal dari kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *