Beranda / Daerah / Pentas Pamit “The Miracle of Aladdin� : 105 Siswa SMPN 1 Wates Dilepas Menuju Kejuaraan Piala Raja HB X

Pentas Pamit “The Miracle of Aladdin� : 105 Siswa SMPN 1 Wates Dilepas Menuju Kejuaraan Piala Raja HB X

Image Berita

KULON PROGO,REDAKSI17.COM — Lewat pertunjukan bertema “ The Miracle of Aladdin �, Kontingen Marching Band Bahana Eka Tama SMP Negeri 1 Wates (Esawa) menggelar Pentas Pamit di Kampus Baru SMPN 1 Wates, Selasa (3/11/2026). Sebanyak 105 siswa resmi dilepas untuk membawa nama Kabupaten Kulon Progo pada Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X (HB X) 2026 di Yogyakarta, dalam suasana penuh haru dan kebanggaan setelah berbulan-bulan berlatih dengan gigih. (03/11/2026).

Acara yang dipenuhi suasana hangat dan kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko,  jajaran Forkopimda, Kepala OPD terkait serta orang tua siswa.

Pentas pamit malam itu bukan sekadar panggung pertunjukkan musik biasa, melainkan cerminan dari buah ketekunan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter mental yang tangguh. Menampilkan lakon pertunjukkan mengagumkan bertema ” _The Miracle of Aladdin “, tim marching band mempersembahkan harmoni nada dan visual yang memukau.

Eko Suheryanto, Ketua Panitia Pentas Pamit sekaligus Ketua Paguyuban Orang Tua (POT) Siswa SMPN 1 Wates, mengungkapkan rasa harunya menyaksikan transformasi luar biasa para siswa dari hari ke hari.

“Pentas pamit ini adalah wujud nyata dari keringat, kedisiplinan, dan ketekunan anak-anak kita selama berbulan-bulan berlatih. Dari yang awalnya belum mengenal alat musik dan belum terbiasa dengan ritme baris-berbaris, kini mereka berdiri tegak menjadi satu kesatuan tim yang solid, percaya diri, dan berkarakter,” ujar Eko.

“Bagi kami para orang tua, kejuaraan ini bukan sekadar mengejar piala. Ini adalah wadah menempa mental dan kebersamaan untuk membawa nama baik almamater tercinta serta Kabupaten Kulon Progo,” tambahnya.

Suasana pelepasan kian menyentuh nurani ketika R. Agung Setyawan. , memberikan arahan dan pesan mendalam di hadapan peserta, beliau mengajak seluruh siswa meluapkan rasa terima kasih melalui sebuah gerakan simbolis yang menggetarkan emosi: membalikkan badan, menatap lurus, dan melambaikan tangan penuh kasih kepada orang tua.

​”Anak-anakku sekalian, berhentilah sejenak, balikkan badan kalian dan tataplah wajah orang tua kalian yang hadir malam ini. Perhatikan pancaran mata dan senyum mereka. Di balik ketukan simbal, tiupan terompet, dan langkah tegap kalian di lapangan, ada malam-malam panjang penuh doa yang dipanjatkan bapak dan ibu kalian di rumah. Ada pengorbanan keringat, waktu, dan rasa lelah yang mereka sembunyikan demi melihat kalian berdiri tegak di atas panggung ini. Doa orang tualah yang menjadi benteng dan keajaiban utama bagi perjuangan kalian,” tegas Agung.

​Beliau juga membakar semangat para siswa agar bertanding dengan penuh keyakinan tanpa merasa terbebani oleh target akhir, melainkan menikmati setiap detik pertunjukkan sebagai ajang pembuktian atas kedisiplinan yang telah dipupuk selama berbulan-bulan.

​”Jangan pernah berkecil hati atau merasa minder menghadapi kontingen mana pun. Di dalam dada kalian mengalir darah perjuangan dan tradisi juara anak-anak Kulon Progo. Kalian adalah duta-duta terbaik daerah ini. Tunjukkan kemampuan maksimal dari hasil latihan keras, kedisiplinan, dan ketekunan yang telah kalian jalani dengan mandi keringat. Bertandinglah dengan penuh rasa bangga, bawa senyum orang tua di dalam hati kalian, dan berikan performa terbaik sebagai bentuk sujud bakti serta persembahan cinta untuk mereka,” pungkasnya

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Wates, Sugeng Widadi, S.Pd., M.Pd., Si., yang mengapresiasi tinggi kolaborasi erat dan sinergi tanpa lelah antara sekolah dan Paguyuban Orang Tua (POT).

“Sinergi luar biasa dari orang tua adalah bahan bakar utama anak-anak. Doa dan rida orang tua yang mengiringi setiap ketukan nada mereka di panggung nanti akan menjadi keajaiban sesungguhnya,” ungkap Sugeng.

Kontingen Marching Band Bahana Eka Tama SMPN 1 Wates yang diperkuat oleh 105 siswa, 4 pelatih, dan 35 official kini siap melangkah mantap menuju ajang Piala Raja HB X 2026. Di akhir acara, doa bersama dipanjatkan oleh seluruh elemen yang hadir demi kelancaran, keselamatan, dan hasil terbaik bagi kontingen.

Semangat membara diresapi oleh seluruh peserta saat seruan kebanggaan kembali digemakan bersama di penghujung acara.

Marching Band Bahana Eka Tama merupakan wadah kreativitas, pengembangan minat-bakat, dan pembentukan karakter kedisiplinan generasi muda di SMP Negeri 1 Wates, Kabupaten Kulon Progo. Kontingen secara aktif menorehkan prestasi dan berpartisipasi dalam pelbagai ajang kejuaraan daerah maupun nasional.

Source: media center

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *