GONDOMANAN,REDAKSI17.COM – Taman Penitipan Anak (TPA) Beringharjo di bawah naungan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Yogyakarta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-32 dengan rasa syukur potong tumpeng dan roti bersama anak-anak asuh. Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi TPA Beringharjo yang telah memberikan pelayanan pengasuhan anak-anak dari para pekerja di lingkungan Pasar Beringharjo. Hal itu menjadi bukti Pemkot Yogyakarta bersama TP PKK Kota Yogyakarta berkomitmen memfasilitasi pengasuhan anak di saat orang tua harus bekerja di pasar.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan memberikan  apresiasi kepada TP PKK Kota Yogyakarta sebagai pengelola TPA Beringharjo dari tahun 1994 sampai kini 2026. Terutama pendiri, Kepala TPA, guru maupun pengasuh yang yang selalu sabar setiap hari menemani dan mengasuh puluhan anak di TPA Beringharjo. Keberadaan TPA Beringharjo memberikan manfaat bagi orang tua yang bekerja di lingkungan Pasar Beringharjo.

Wakil Wali Kota  Yogyakarta Wawan Harmawan menyerahkan potongan roti peringatan HUT ke-32 TPA Beringharjo kepala Wakil Ketua TP PKK Kota Yogyakarta Siti Hafsah.

“Saya merasa terharu dan bangga apa yang dirintis TPA Beringharjo bisa tetap berjalan selama tiga puluh dua tahun. Ini tentu sangat-sangat memberi manfaat pada orang tua karena mereka bisa nyaman bekerja menjalankan tugasnya di Pasar Beringharjo dan anak-anaknya dimomong (diasuh) dengan baik,” kata Wawan saat peringatan HUT ke -32 TPA Beringharjo, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya TPA Beringharjo termasuk TPA yang luar biasa bisa memberikan pelayanan selama 32 tahun ini. Hal itu tidak lepas dari kerja bersama TP PKK Kota Yogyakarta, para pengasuh dan dukungan anggaran dari Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan memberikan kesan dan pesan.

“Tiga puluh dua tahun itu proses yang lama dan tentu anak-anak yang dititipkan di sini silih berganti. Bahkan mungkin yang dulu pernah dititipkan di sini, sekarang sudah jadi pejabat atau ASN ini perlu pendataan alumni-alumni TPA. Ini harus kita apresiasi sehingga tetap  bisa berjalan sampai kini,” tambahnya.
Sementara itu Wakil Ketua TP PKK Kota Yogyakarta Siti Hafsah atau akrab disapa Sasha  menyampaikan terima kasih kepada DP3AP2KB Kota Yogyakarta dan para pihak yang mendukung TPA Beringharjo selama ini. Dia menilai 32 tahun TPA Beringharjo adalah usia yang sudah cukup matang untuk terus berkembang. TP PKK Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan TPA Beringharjo menjadi semakin maju dan mewujudkan anak-anak yang sehat. Termasuk siap mendukung program pemerintah wajib belajar 13 tahun terutama satu tahun pra-sekolah.

“Harapannya dengan adanya TPA Beringharjo yang berlokasi sangat strategis ini, bisa semakin memberikan manfaat. Khususnya bagi orang tua yang bekerja di pasar, yang kebetulan mempunyai anak kecil yang tidak ada yang menjaga di rumah, bisa menitipkan anaknya di sini,” papar Sasha, istri Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan.
Saat ini, terdapat 63 anak yang dititipkan di TPA Beringharjo. Mayoritas adalah putra-putri buruh dan pekerja di lingkungan Pasar Beringharjo.TPA  Beringharjo beroperasional dari pukul 07.00- 16.00 WIB dengan biaya terjangkau sekitar Rp7.000/hari. Jika anak tidak masuk, orang tua tidak perlu membayar.

“Anak-anak pokoknya mendapatkan pendidikan sesuai dengan kurikulum yang ada. Mendapatkan makanan yang sehat bergizi, dan tentunya  dalam pengawasan yang Insya Allah aman,” ucapnya.
Sedangkan pendiri TPA Beringharjo, Aty Sunaryati Widagdo, menceritakan awal mula berdiri TPA Beringharjo pada tahun 1994 berangkat dari program PKK bertajuk Sapaan Sopan menyapa para pedagang-pedagang kecil. Pihaknya menggagas TPA Beringharjo karena banyak anak ikut orang tuanya bekerja di Pasar Beringharjo. Pendirian TPA Beringharjo diajukan kepada Wali Kota Yogyakarta saat itu dan mendapat dukungan. “Saya lihat waktu itu  pedagang-pedagang membawa putra putrinya. Saya merasa sedih karena mereka itu tidak bisa meninggalkan putra-putrinya karena tidak ada yang mengurus.

“Saya merasa bahwa mereka itu membutuhkan bantuan bagaimana caranya anaknya ini bisa diasuh. Oleh karena itu, saya mempunyai gagasan untuk mendirikan TPA. Saya bangga sekali sekarang TPA Beringharjo sudah bagus dan ada guru-guru PAUD,” pungkas Aty istri Wali Kota Yogyakarta periode 1991-2001, R Widagdo.