UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengintegrasikan pengembangan Warung Milik Rakyat (Wamira) dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Wamira bisa menjadi salah satu bisnis gerai bahan pokok yang dikelola KKMP. Wamira akan mendekatkan layanan kepada masyarakat mendapatkan harga bahan pokok sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan mengendalikan inflasi. Dengan integrasi Wamira dan KKMP, keberadaannya tidak saling bersaing tapi bersinergi.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan Kota Yogyakarta tidak punya lahan pertanian yang luas, sehingga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi tidak bisa seperti di Sleman, di Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul dengan menyediakan lahan sawah untuk beras. Pemkot Yogyakarta selama ini memiliki Kios Segoro Amarto di beberapa pasar untuk mengendalikan inflasi dengan menjual pangan sesuai harga eceran tertinggi (HET). Pada tahun 2026, Pemkot Yogyakarta akan mengembangkan warung serupa Kios Segoro Amarto di kelurahan dengan nama Warung Milik Rakyat (Wamira).
“Kami ingin menambah banyak warung ini di kelurahan-kelurahan. Warung ini menjadi bagian Warung Milik Rakyat. Warung ini kami integrasikan dengan Koperasi Merah Putih. Biar warung-warung ini ada di bawah Koperasi Merah Putih,” kata Hasto saat giat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta belum lama ini.
Hasto menyatakan keberadaan Wamira juga nanti menjadi distribusi pangan seperti beras dari Bulog dan maupun bantuan pangan murah dari Bank Indonesia. Menurutnya dengan keberadaan Wamira ke depan, pengendalian inflasi daerh tidak hanya melalui operasi pasar, Kios Segoro Amarto di pasar tapi juga di tengah-tengah masyarakat.
“Insya Allah dengan cara begitu, maka continuing sustainability-nya bagus, bisa menahan inflasi di Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto Raharjo menyampaikan sudah ada koordinasi dengan dinas terkait mengenai pengembangan Wamira yang akan terintegrasi dengan KKMP. Dia menyebut salah satu bisnis dari KKMP di Kota Yogyakarta ada yang mengembangkan gerai sembako. Gerai tersebut akan diintegrasikan dengan Wamira.
“Itu nanti KKMP, gerainya ada Gerai Wamira. Berarti ini sinergi. Jadi antara Wamira dengan KKMP tidak berdiri sendiri-sendiri. Saling melengkapi. KKMP itu mempunyai fungsi mengagregasi, mengumpulkan produk-produk UMKM. Nah, harapannya itu nanti KKMP itu bisa menyuplai juga produknya di Wamira,” terang Tri Karyadi saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
Sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani menjelaskan Wamira bukan milik korporasi. Pengelolaannya diutamakan oleh koperasi maupun kelompok masyarakat, dan berlokasi di gang atau pemukiman warga agar dekat dengan masyarakat. Dalam Wamira juga akan banyak dukungan meskipun dimungkinkan dari APBD tidak banyak. Namun Pemkot Yogyakarta bisa mencarikan mitra dari korporasi maupun kampus untuk masuk ke Wamira.
“Saya kira jadi peluang juga untuk teman-teman Koperasi Merah Putih untuk masuk ke dunia ritel kerakyatan. Wamira memberikan peluang kepada Koperasi Merah Putih untuk membuat unit usaha Wamira,” papar Vero.
Dia menyebut dari percontohan lima Wamira nantinya, beberapa sudah melibatkan Koperasi Merah Putih yang sebelumnya memiliki pengalaman bisnis ritel. Syarat pengajuan unit usaha Wamira antara lain memiliki tempat usaha dan embrio ritel akan diprioritaskan. Dari percontohan lima Wamira sudah memiliki produk barang yang dijual. Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta akan membantu Wamira untuk bermitra dengan distributor dan Bulog. Pengelola Wamira juga harus menandatangani pakta integritas untuk memjual produk sesuai HET.




