Bagi Letjen Djon Afriandi, baret merah bukan sekadar penutup kepala, melainkan saksi bisu perjalanan panjang pengabdiannya sejak lulus dari Lembah Tidar tahun 1995. Kini, perjalanan itu mencapai puncaknya.
Melalui Keputusan Panglima TNI per 6 Agustus 2025, Djon resmi menahkodai pasukan elit sebagai Pangkopassus.
Memulai langkah pertamanya sebagai Danton di Batalyon 13 Grup 1 Kopassus tahun 1997, ia tumbuh besar di dalam kerasnya pendidikan pasukan khusus.
Tak hanya ahli di lapangan, Djon juga teruji di lingkaran “Ring 1” sebagai Wadan Grup A Paspampres, menjaga keselamatan simbol negara.
Reputasinya diakui internasional, dibuktikan dengan raihan Master Parachutist Badgedari Amerika Serikat—sebuah pengakuan bagi penerjun payung kelas dunia.
Kepemimpinannya telah ditempa melalui berbagai penugasan strategis, termasuk memimpin pasukan di wilayah konflik Aceh.
Dari seorang perwira muda yang memimpin pleton kecil, hingga kini memegang kendali penuh atas pasukan elit terbaik bangsa, Letjen Djon Afriandi membuktikan bahwa integritas dan ketajaman taktik adalah kunci seorang pemimpin sejati.





