Home / Tokoh Kita / Mia Heller Ilmuwan Muda

Mia Heller Ilmuwan Muda

Umur 18 Tahun, Tapi Sudah Ciptakan Filter yang Bisa Hilangkan 96% Mikroplastik

Di saat banyak remaja masih sibuk mikirin tugas sekolah, Mia Heller justru bikin sesuatu yang bisa berdampak besar buat kesehatan banyak orang. Di usia 18 tahun, dia berhasil mengembangkan sistem penyaring air yang mampu menghilangkan sekitar 95,5% mikroplastik dari air minum — dan hebatnya lagi, dia merakitnya sendiri di garasi rumahnya di Warrenton, Virginia.

Ide ini muncul dari masalah yang dekat banget dengan kehidupannya. Beberapa tahun lalu, keluarga Mia tahu kalau air di daerah mereka mengandung PFAS (zat kimia yang sulit terurai) dan mikroplastik. Mereka memasang filter air, tapi Mia melihat sendiri betapa mahal dan repotnya harus sering mengganti membran filter. Dari situ muncul pertanyaan sederhana: kenapa nggak bikin sistem yang lebih efisien dan bisa dipakai berulang?

Sejak awal 2025, Mia mulai merancang prototipe. Dalam beberapa bulan, dia berhasil membuat model yang benar-benar berfungsi. Sistemnya memakai ferrofluid, yaitu cairan khusus yang bereaksi terhadap magnet. Saat air mengalir melalui alat, partikel mikroplastik “ditangkap” oleh ferrofluid, lalu magnet menarik partikel tersebut keluar dari air. Cairan magnetiknya bisa dipakai lagi dalam sistem tertutup, jadi lebih hemat dan minim limbah. Ukurannya pun cukup kecil — kira-kira sebesar kantong tepung — sehingga bisa dipasang di bawah wastafel rumah.

Untuk memastikan hasilnya akurat, Mia bahkan membuat sensor uji sendiri. Hasil percobaan menunjukkan alatnya mampu menghilangkan 95,52% mikroplastik dan mendaur ulang sekitar 87% ferrofluid yang digunakan. Sebagai perbandingan, banyak instalasi pengolahan air konvensional biasanya hanya mampu menghilangkan sekitar 70–90% mikroplastik.

Mikroplastik sendiri adalah potongan plastik super kecil, mulai dari ukuran sangat mikroskopis hingga sekitar 5 mm. Partikel ini berasal dari plastik yang hancur seiring waktu dan sudah ditemukan di lebih dari 1.300 spesies, termasuk manusia. Karena ukurannya kecil, mikroplastik mudah masuk ke air minum tanpa disadari.

Penemuan Mia membuatnya menjadi finalis di Regeneron International Science and Engineering Fair 2025, bahkan mendapat penghargaan dari Patent and Trademark Office Society. Ke depannya, dia berharap teknologi ini bisa diproduksi lebih luas, meskipun saat ini bahan ferrofluid masih cukup mahal untuk skala besar.

Penemuan sederhana dari garasi rumah ini menunjukkan bahwa solusi besar kadang datang dari rasa penasaran yang kecil… tapi serius dikerjakan.

Sumber: Regeneron International Science and Engineering Fair (ISEF), laporan penelitian mikroplastik dalam pengolahan air, data efektivitas filtrasi konvensional, dokumentasi proyek sains siswa 2025.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *