Jakarta,REDAKSI17.COM — Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh potongan video ceramah Saiful Mujani yang diunggah akun Instagram @leveenia.
Narasi dalam video tersebut dinilai berisi ajakan untuk melengserkan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029 mendatang.
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, menyayangkan pernyataan yang keluar dari mulut seorang akademisi.
Menurutnya, ajakan tersebut sangat tidak berdasar, provokatif dan mencederai mandat rakyat.
Mengabaikan Realitas Kehendak Rakyat
Rico menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, pergantian kekuasaan sudah diatur lewat pemilu.
Mengajak menjatuhkan presiden di tengah jalan tanpa jalur konstitusi adalah langkah yang lepas dari realitas.
“Ajakan menjatuhkan presiden sebelum waktunya adalah sikap yang tidak mencerminkan kedewasaan demokrasi. Rakyat sudah menentukan pilihan secara sah melalui pemilu,” tegas Rico Marbun, dikutip dari JawaPos.com, Minggu (5/4/2026).
Capaian Ekonomi: BBM dan Harga Pangan Terjaga
Rico membedah kinerja pemerintah yang justru dianggap masih stabil meski digempur konflik geopolitik global. Beberapa poin keberhasilan yang disorot antara lain:
- Stabilitas BBM: Di saat negara lain mengalami lonjakan harga BBM hingga Rp50 ribu per liter, Indonesia masih mampu menahan harga subsidi maupun non-subsidi.
- Harga Pangan: Pasca-Lebaran 2026, stok dan harga bahan pokok dinilai relatif terjaga dan aman di pasar.
Ketegasan Hukum dan Antikorupsi
Dari sisi keamanan, Rico mengapresiasi sikap tegas Presiden Prabowo yang mengutuk aksi penyiraman air keras terhadap aktivis sebagai tindakan terorisme.
Selain itu, tingkat kepuasan publik terhadap pemberantasan korupsi versi survei Median tercatat masih tinggi.
“Publik melihat adanya keseriusan pemerintah dalam menindak praktik korupsi. Ini modal penting bagi kepercayaan masyarakat,” imbuhnya.
Ancaman Instabilitas Politik
Rico mengingatkan bahwa gerakan inkonstitusional hanya akan memicu kekacauan yang tidak perlu. Ia pun mempertanyakan motif di balik gerakan tersebut.
“Demokrasi kita punya aturan main. Jika ada ketidakpuasan, salurkan lewat jalur konstitusi. Muncul pertanyaan besar, agenda siapa yang sebenarnya sedang dimainkan oleh pihak-pihak ini?” pungkas Rico.





