Tegalrejo,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggencarkan promosi sektor pariwisata sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui kegiatan Table Top yang digelar di Hotel TARA Yogyakarta pada Selasa (14/4/2026).

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muh Zandaru Budi Purwanto menjelaskan kegiatan ini menjadi ajang mempertemukan secara langsung pelaku industri pariwisata Kota Yogyakarta dengan para pembeli (buyer) dari berbagai daerah di Indonesia.

Terdapat 50 travel agent sebagai buyer yang berasal dari berbagai kota besar di Tanah Air. “Buyer yang hadir hari ini berasal dari berbagai daerah seperti Medan, Bali, Makassar, Lombok, Jambi, Samarinda, Martapura, Banjarmasin, Tasikmalaya, Bogor, Garut, Jakarta, Sukabumi, Surabaya, Sumedang, Bandung, Bangil, Kediri, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Bekasi, hingga Cirebon,” ungkapnya.

Para buyer tersebut dipertemukan dengan 50 pelaku pariwisata Kota Yogyakarta sebagai seller yang terdiri dari berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, biro perjalanan wisata, hingga pusat oleh-oleh.

Pertemuan ini dikemas dalam konsep table top yang memungkinkan terjadinya interaksi langsung, diskusi produk wisata, hingga penjajakan kerja sama bisnis secara konkret.

Zandaru berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pertemuan formal semata, tetapi mampu menjadi jembatan yang efektif bagi kedua belah pihak untuk menjalin kerja sama berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi jembatan antara seller dan buyer untuk bertemu, kemudian dapat ditindaklanjuti dalam bentuk transaksi nyata,” jelasnya.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari yang hadir mewakili Wali Kota Yogyakarta.

Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam memperkuat jejaring industri pariwisata.

Menurut Patricia, kegiatan promosi langsung seperti ini sangat penting untuk menjaga momentum pertembuhan sektor pariwisata, sekaligus memperluas jangkauan pasar wisata Kota Yogyakarta ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Kami berharap dapat semakin mendukung geliat pariwisata di Kota Yogyakarta dan memperkuat kerja sama antar pelaku industri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyiapkan berbagai agenda untuk memastikan pariwisata tetap hidup sepanjang tahun. Salah satunya melalui penyelenggaraan berbagai event menarik yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik wisata.

Dalam Calendar of Event (CoE) Pariwisata Kota Yogyakarta 2026 yang mengusung tema “Jogja 2026: Stage of Wonders”, tercatat sebanyak 103 event akan digelar sepanjang tahun. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup festival budaya, pertunjukan seni, event kuliner, hingga kegiatan berbasis komunitas yang melibatkan masyarakat lokal.

Terdapat 50 travel agent sebagai buyer yang berasal dari berbagai kota besar di Tanah Air.

“Kami memastikan bahwa wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta akan selalu memiliki pilihan event untuk dinikmati. Dengan demikian, kunjungan wisatawan dapat terus terjaga dan bahkan meningkat,” tambahnya.

Dengan acara ini, pihaknya optimistis sektor pariwisata di Kota Yogyakarta akan semakin berkembang. Tidak hanya sebagai destinasi unggulan, tetapi juga sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Sementara itu, salah satu buyer asal Malang, Tetty mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai ajang table top ini sangat efektif untuk mengenal langsung berbagai produk wisata yang ditawarkan oleh pelaku industri di Kota Yogyakarta.

Ia juga berharap kerja sama yang terjalin dalam kegiatan ini dapat berlanjut dalam bentuk paket-paket wisata yang kompetitif dan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Yogyakarta.

“Melalui kegiatan ini kami bisa bertemu langsung dengan banyak pelaku wisata, mulai dari hotel hingga penyedia paket wisata. Ini sangat membantu kami dalam menyusun paket perjalanan yang lebih variatif dan menarik bagi wisatawan dari Malang,” ujar Tetty.