Home / Daerah / Atasi Masalah Banjir 36 Tahun, Normalisasi Anakan Kali Oyo Hargomulyo Mulai Dilaksanakan

Atasi Masalah Banjir 36 Tahun, Normalisasi Anakan Kali Oyo Hargomulyo Mulai Dilaksanakan

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Impian warga Desa Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, untuk memiliki aliran sungai yang lancar akhirnya mulai terwujud. Pemerintah daerah melalui koordinasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar wilayah setempat resmi memulai proyek normalisasi di aliran sungai Anakan Kali Oyo.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas aspirasi yang sering disampaikan oleh Lurah Hargomulyo dalam berbagai forum rapat resmi, termasuk Musrenbangdes. Masalah utama di lokasi tersebut adalah sedimentasi atau penumpukan material yang sudah terjadi selama 36 tahun, yang mengakibatkan pendangkalan serius pada crossway sungai.

Detail Pengerjaan dan Target

Pengerjaan normalisasi ini direncanakan akan menyasar aliran sungai sepanjang 100 meter. Saat ini, proses pengerukan telah memasuki hari kedua dari target sepuluh hari kerja yang direncanakan.

“Selain pengerukan sedimentasi, petugas juga akan melakukan pemangkasan pada bagian tempuran (pertemuan arus) agar aliran air tidak langsung menghantam tanggul di sisi kiri yang berbatasan langsung dengan jalan raya dan pemukiman warga.” ujar Bupati Endah yang meninjau langsung proses pengerukan, Selasa, (14/4/2026).

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa penanganan ini merupakan kewenangan daerah Yogyakarta dan akan diupayakan semaksimal mungkin guna mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah Hargomulyo saat musim hujan tiba.

Imbauan Kelestarian Alam

Pasca normalisasi, Bupati juga meminta kepada Panewu Gedangsari, Lurah, serta seluruh warga masyarakat untuk lebih menjaga kelestarian alam, khususnya di area bantaran sungai. Warga diimbau melalui kegiatan Jumat Bersih atau kerja bakti bersama TNI/Polri untuk tidak menanam tanaman di bantaran sungai, termasuk tanaman pakan ternak yang dapat menghambat jalannya air.

“Jika kita merebut jalannya (air), maka air akan masuk ke rumah untuk meminta jalannya kembali,” pesan Bupati Endah dalam tinjauan tersebut.

Rencana Relokasi SMK Kelautan

Selain fokus pada infrastruktur sungai, Bupati Endah menyampaikan juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait rencana relokasi SMK Kelautan. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Sekda dan Pemerintah Daerah DIY, terdapat dua lokasi yang menjadi pertimbangan untuk tempat baru SMK tersebut, yakni di Kelurahan Baleharjo dan Kelurahan Paliyan. Pemerintah menjelaskan bahwa sekolah kejuruan kelautan tidak harus berlokasi tepat di pinggir laut.

Hal ini serupa dengan kementerian-kementerian teknis lainnya yang tetap bisa berfungsi optimal meski tidak berada langsung di lokasi objek utamanya, seperti Kementerian Pertanian yang tidak harus berada di tengah sawah.

“Langkah relokasi ini diharapkan dapat memberikan fasilitas pendidikan yang lebih representatif bagi para siswa.” pungkas Bupati Endah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *