JAKARTA,REDAKSI17.COM – Dalam upaya memastikan perlindungan maksimal terhadap seluruh aset strategis negara, Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri secara resmi membuka Pelatihan Internal Auditor Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) bagi Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Objek Tertentu (Obter) Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Pembukaan program pelatihan strategis ini diselenggarakan dengan khidmat di Hotel Royal Palm Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (16/4/2026). Langkah proaktif ini diambil oleh institusi Polri untuk memastikan bahwa sektor-sektor krusial, mulai dari energi hingga infrastruktur penting lainnya, memiliki sistem pengamanan yang terstandarisasi serta tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman modern.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., dalam laporannya menjabarkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh personel gabungan yang terdiri dari para pengelola Obvitnas, pengelola Obter, serta perwakilan dari Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP). Melalui program ini, para peserta akan digembleng secara komprehensif dan dibekali keahlian audit khusus. Tujuannya adalah agar mereka memiliki kemampuan analitis yang tajam untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan efektivitas sistem pengamanan di lingkungan kerja masing-masing secara berkala dan terstruktur.
Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Baharkam Polri, Irjen Pol Drs. M. H. Ritonga, M.Si., yang hadir langsung membuka acara, memberikan penekanan kuat mengenai krusialnya peran seorang auditor internal dalam menjaga stabilitas nasional. Beliau menyadari bahwa tantangan keamanan saat ini terus berkembang, sehingga menuntut kesiapan manajemen yang lebih dari sekadar penjagaan konvensional.
“Pengamanan objek vital bukan hanya soal penjagaan fisik, tapi soal manajemen risiko yang terukur. Para auditor ini adalah garda terdepan dalam mendeteksi celah keamanan sebelum menjadi gangguan nyata,” tegas Irjen Pol M. H. Ritonga di hadapan para peserta.
Dukungan penuh terhadap standarisasi kompetensi ini juga datang dari sektor swasta. Direktur Utama PT TSSI, Drs. Basuki Suko, M.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa kolaborasi yang erat antara sektor swasta, pengelola aset, dan kepolisian adalah kunci utama terciptanya iklim investasi dan operasional yang aman di Indonesia. Sinergi ini dinilai mutlak diperlukan untuk menjamin kelangsungan roda ekonomi nasional tanpa bayang-bayang ancaman keamanan.
Rangkaian acara pembukaan ini ditandai secara simbolis dengan prosesi penyematan tanda peserta oleh pimpinan acara. Kegiatan ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat utama di lingkungan Baharkam Polri, termasuk perwakilan dari Direktorat Samapta, Direktorat Polsatwa, serta para pakar dan auditor utama Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional (Sispamobvitnas). Melalui pelatihan berkelanjutan ini, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme pengamanan demi menjamin kelancaran operasional objek-objek strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak.




